Banda Aceh (ANTARA) - Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Muharuddin mengapresiasi pemulihan wilayah bencana hidrometeorologi akhir November 2025 di Kabupaten Aceh Utara.
"Kami melihat penanganan dan pemulihan wilayah bencana banjir di Kabupaten Aceh Utara secara umum sudah cukup bagus. Namun, masih ada yang perlu percepatan seperti desa masih terisolir karena terputusnya akses," kata Muharuddin di Banda Aceh, Senin.
Ia menyebutkan desa yang masih terisolir di antaranya Gampong Meunasah Sagoe, Kecamatan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara. Ada enam ruas jalan di desa tersebut terputus, sehingga masyarakat di desa tersebut masih terisolir.
Oleh karena itu, Muharuddin mendesak pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), maupun pemerintah provinsi maupun kabupaten segera membuka keterisolasian wilayah tersebut.
"Ada enam titik ruas jalan menuju Gampong Meunasah Sageo terputus. Terputus akses menyulitkan masyarakat di desa tersebut memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk menjalankan aktivitas ekonomi serta kegiatan sosial kemasyarakatan," katanya.
Muharuddin menyebutkan Keuchik (kepala desa) Meunasah Sagoe Zakaria sudah menyurati camat setempat dan selanjutnya diteruskan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Utara.
Surat tersebut, kata dia, meminta penanganan darurat dan pembukaan putus akses akibat bencana hidrometeorologi. Namun, hingga kini belum terlihat tindak lanjut nyata di lapangan.
"Belum adanya tindak lanjut berpotensi memperpanjang keterisolasian wilayah. Oleh karena itu, kami mendesak BNPB, Pemerintah Aceh, maupun Pemerintah Kabupaten Aceh Utara segera menangani keterisolasian wilayah tersebut," kata Muharuddin.
Baca juga: Brimob Kaltim tuntaskan pembangunan jembatan darurat di Aceh Utara
Pewarta: M.Haris Setiady AgusEditor : Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026