Aceh Timur (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Timur mencatat empat jembatan dan jalan sepanjang 116 kilometer (KM) menghubungkan kabupaten tersebut Aceh Timur hingga perbatasan Kabupaten Gayo Lues rusak akibat bencana hidrometeorologi akhir November 2025.

"Kerusakan jalan akibat banjir dan longsor sepanjang 116 KM dengan dua titik di antaranya mengalami kerusakan parah hingga badan jalan hilang total," kata Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky di Aceh Timur, Rabu.

Iskandar Usman Al-Farlaky menyebutkan kerusakan jalan tersebut mulai dari Kecamatan Peureulak Barat hingga perbatasan Kabupaten Gayo Lues. Kerusakan tersebar di 30 titik.

Selain jalan, kata dia, empat titik jembatan rusak berat terdiri dua titik di Gampong Lokop, Kecamatan Serbajadi dan dua jembatan di Gampong Peunaron Lama, Kecamatan Peunaron.

Baca: Lintasan Peunaron-Lokop Aceh Timur ditutup sementara

Bupati menyebukan Pemkab Aceh Timur sudah menyurati Gubernur Aceh melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Aceh menyangkut permohonan perbaikan jalan dan jembatan tersebut.

"Kami memohon pemerintah provinsi memperbaiki jalan dan jembatan rusak tersebut. Sebab, jalan ke perbatasan Kabupaten Gayo Lues tersebut merupakan lintasan vital bagi masyarakat pedalaman Kabupaten Aceh Timur," katanya.

Iskandar Usman Al-Farlaky mengatakan jalan tersebut statusnya jalan provinsi. Oleh karenanya, status jalan tersebut disarankan dapat ditingkatkan statusnya sebagai jalan nasional, sehingga proses percepatan pembangunan terwujud.

Bupati mengatakan ruas jalan provinsi tersebut merupakan nadi perekonomian masyarakat. Jalur ini digunakan untuk distribusi hasil alam dari Kabupaten Gayo Lues ke berbagai daerah di pesisir timur Provinsi Aceh dan begitu juga sebaliknya.

"Jalur Aceh Timur dan Gayo Lues tersebut bukan sekadar jalur transportasi, tetapi denyut nadi ekonomi masyarakat pesisir dan pedalaman Provinsi Aceh," kata Iskandar Usman Al-Farlaky.

Baca: Delapan jembatan bailey dibangun di Aceh Timur pascbanjir



Pewarta: Hayaturrahmah
Editor : M.Haris Setiady Agus
COPYRIGHT © ANTARA 2026