Banda Aceh (ANTARA) - Tim Badan SAR Nasional (Basarnas) mengevakuasi warga negara Rusia dari kapal tanker pengangkut minyak mentah karena sakit saat pelayaran di perairan Provinsi Aceh
Kepala Basarnas Banda Aceh Ibnu Harris Al Hussain di Banda Aceh, Kamis, mengatakan warga negara Rusia tersebut bernama Siniatkin Viktor (32). Korban merupakan anak buah kapal MT Unity, kapal tanker minyak mentah berbendera Gambia.
"Korban dievakuasi karena sakit dan membutuhkan penanganan medis lanjutan setelah jari tangannya terluka dan diamputasi. Korban dievakuasi dari kapal tempat bekerjanya," kata Ibnu Harris Al Hussain.
Ia mengatakan evakuasi berlangsung di perairan Samudera Hindia, Provinsi Aceh. Evakuasi menggunakan kapal SAR KN Kresna yang berangkat dari Pelabuhan Ulee Lheue, Kota Banda Aceh.
Sebelumnya, kata dia, Basarnas Banda Aceh menerima informasi dari agen pelayaran pada Rabu (28/1) pukul 21.10 WIB terkait permintaan evakuasi medis seorang anak buah kapal MT Unity karena sakit.
Saat itu, kata Ibnu Harris Al Hussain, kapal tanker minyak mentah tersebut berlayar dari pelabuhan di Rusia menuju Singapura. Namun, dalam pelayaran, korban mengalami kecelakaan sehingga jarinya diamputasi.
"Dari informasi tersebut, kami berkoordinasi dengan pihak MT Unity untuk menentukan titik koordinat evakuasi korban. Evakuasi menggunakan kapal SAR KN Kresna 232," katanya.
Selanjutnya, KN Kresna bergerak dari Pelabuhan Ulee Lheue, Kota Banda Aceh, menuju titik evakuasi di perairan Samudera Hindia. Titik evakuasi berjarak sekitar tujuh nautikal mil atau mil laut dari Pelabuhan Ulee Lheue.
Setibanya di titik yang disepakati, kapal SAR KN Kresna 232 merapat ke MT Unity. Kemudian, tim evakuasi menaiki kapal tanker tersebut dan memeriksa kesehatan dan dokumen keimigrasian korban.
"Setelah dinyatakan tidak membawa penyakit menular, korban dipindahkan ke KN Kresna 232. Selanjutnya, korban dibawa ke Pelabuhan Ulee Lheue untuk dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin, Banda Aceh menggunakan ambulans," katanya.
Proses evakuasi melibatkan petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan, Balai Karantina Kesehatan, Bea Cukai, Imigrasi, TNI AL, Syahbandar, agen pelayaran, serta pihak terkait lainnya.
"Dengan selesainya evakuasi ABK warga negara Rusia tersebut, maka operasi SAR ditutup dan semua personel dikembalikan ke instansi masing-masing," kata Ibnu Harris Al Hussain.
Baca juga: Basarnas evakuasi jenazah remaja terseret arus di Aceh Besar
Pewarta: M.Haris Setiady AgusEditor : Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026