Aceh Tamiang (ANTARA) - Antrean kendaraan sepanjang 10 kilometer (KM) terjadi di Jalan Lintas Medan-Banda Aceh hingga terjadi kecamatan tepatnya di kawasan SPBU Desa Alur Bemban, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang.
Kemacetan parah terjadi sejak pukul 06.00 WIB hingga 08.30 WIB membuat arus lalu lintas dari kedua arah lumpuh total. Antrean kendaraan didominasi oleh truk logistik, bus antar kota-provinsi serta kendaraan pribadi baik yang menuju arah Banda Aceh maupun ke arah Medan, Sumatera Utara.
Berdasarkan pantauan di lapangan, titik kemacetan memanjang dari Desa Medang Ara hingga Simpang Tiga Desa Seumantoh. Kondisi ini dipicu oleh banyaknya kendaraan yang menumpuk hingga memakan badan jalan untuk mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU Alur Bemban.
Salman, seorang pengendara becak motor asal Kota Kuala Simpang, mengaku telah terjebak di lokasi sejak pukul 04.00 WIB. Ia yang rencananya akan berjualan di Pekan Tualang Cut, Kecamatan Mayak Payed terpaksa tertahan dan terancam gagal berdagang karena kendaraannya tidak bergerak.
"Saya sudah terjebak sejak subuh di kawasan Alur Bemban. Karena kendaraan yang mau isi BBM mengganggu jalur lintas, becak saya tidak bisa lewat sama sekali," ujar Salman.
Hal serupa dialami Abu Bakar, sopir truk pengangkut besi tua asal Takengon itu berhenti di perbatasan Desa Alur Bemban dan Seumantoh.
"Sudah satu jam lebih saya di sini, kendaraan tidak bergerak sedikitpun," katanya.
Sementara itu, warga setempat, Syafii, menjelaskan bahwa penumpukan kendaraan mulai tak terkendali sejak pukul 06.00 WIB. Meski sepeda motor awalnya masih bisa melintas, namun seiring bertambahnya volume kendaraan, akses jalan bagi kendaraan roda dua pun kini tertutup rapat.
"Tadi malam hanya ada beberapa mobil yang parkir menunggu. Begitu minyak masuk subuh tadi, antrean langsung membludak hingga hampir menutup seluruh badan jalan," jelas Syafii.
Ia menambahkan, saat ini stok Pertalite tersedia di SPBU, namun untuk jenis Solar dan Turbo dilaporkan masih kosong. Kelangkaan BBM di wilayah tersebut sudah terjadi dalam dua hari terakhir ditengarai panic buying, warga membeli bbm skala besar. Antrian panjang kendaraan tak terkendali hampir di semua SPBU di wilayah Aceh Tamiang.
Kondisi ini memaksa sejumlah pengendara, seperti M Arif dan Juliansyah warga Karang Baru, memilih pulang dan mencari BBM eceran meski ketersediaannya pun kini mulai menipis di tingkat pedagang kecil.
Baca juga: "Panic Buying" BBM, Antrean panjang di SPBU Banda Aceh Usai Pernyataan Stok Nasional 20 Hari
Pewarta: Dede HarisonEditor : Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026