Simeulue (ANTARA) - Warga Desa Lataling, Kecamatan Teupah Selatan, Kabupaten Simeulue, mengeluhkan matinya jaringan komunikasi di desa tersebut sejak dua pekan lalu, sehingga mengganggu aktivitas masyarakat menjelang Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah.

"Matinya jaringan membuat koneksi internet padam. Kondisi ini menyulitkan masyarakat dalam beraktivitas menjelang hari raya," kata Sudir, warga Desa Lataling, di Simeulue, Selasa.

Menurut dia, masyarakat membutuhkan jaringan komunikasi untuk internet dan telepon. Namun, padamnya jaringan tersebut membuat masyarakat tidak bisa berkomunikasi lagi.

"Padahal, hari raya dalam waktu beberapa hari ke depan. Kebutuhan jaringan komunikasi seperti telepon seluler dan internet sangat diperlukan masyarakat," katanya.

Selain untuk komunikasi, padamnya koneksi internet juga menyulitkan masyarakat dalam mengisi pulsa listrik prabayar atau listrik menggunakan token yang dibeli secara online.

Baca: Warga terpencil Pulau Simeulue mulai nikmati jaringan telekomunikasi
 
"Untuk mengisi pulsa listrik saja warga desa harus ke Sinabang, ibu kota Simeulue, yang berjarak kurang lebih setengah jam perjalanan dengan sepeda motor," ucap Sudir.

Hal sama dikatakan Safdal. Menurutnya, keperluan akan internet dan jaringan telepon seluler menjelang lebaran ini sangat tinggi. Apalagi banyak keluarga yang tidak bisa pulang kampung berhari raya. 

"Jaringan komunikasi, baik telepon maupun internet dibutuhkan warga. Saat ini, untuk menghubungi saudara saja susah karena jaringan telepon dan internet ini mati," kata Safdal.

Ia berharap, Pemerintah Kabupaten Simeulue secepatnya mengatasi permasalahan jaringan komunikasi tersebut, sehingga masyarakat kembali terhubung.

Kepala Dinas Komunikasi, Informasi, dan Persandian Kabupaten Simeulue Sabu Nasir saat dimintai penjelasannya terkait jaringan komunikasi yang bermasalah ini belum memberikan keterangan. Pesan singkat yang dikirimkan belum memberikan jawaban.

Baca: Diskominsa: Jaringan telekomunikasi di Simeulue sudah merata



Pewarta: Ade Irwansah
Editor : M.Haris Setiady Agus

COPYRIGHT © ANTARA 2026