Banda Aceh (ANTARA) - Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa'aduddin Djamal menyatakan bahwa musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) kota setempat untuk 2027 difokuskan pada peningkatan layanan dasar, optimalisasi sumber daya serta penguatan kemitraan pembangunan.

"Pembangunan ke depan tidak hanya berfokus pada fisik semata, tetapi juga pada kualitas layanan, efisiensi sumber daya, serta penguatan kolaborasi lintas sektor," kata Illiza Sa'aduddin Djamal, di Banda Aceh, Senin.

Pernyataan itu disampaikan Illiza Sa'aduddin Djamal saat membuka kegiatan Musrenbang dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027, di Balai Kota Banda Aceh.

"Arah kebijakan ini juga selaras dengan prioritas pembangunan nasional, yaitu akselerasi pertumbuhan berkualitas melalui produktivitas, investasi, dan industrialisasi," ujarnya.

Illiza mengatakan, dalam implementasinya ke depan, terdapat beberapa fokus utama pembangunan yakni peningkatan kualitas SDM melalui perluasan beasiswa dan akses pendidikan.

Kemudian, penguatan layanan kesehatan, khususnya penanganan stunting dan penyakit menular. Masalah ini, benar-benar harus mendapatkan intervensi serius dari pemerintah.

"Ini harus menjadi perhatian kita bersama, masyarakat kita harus bisa keluar dari persoalan stunting. Anak-anak harus mendapatkan gizi yang baik," tegasnya.

Selain itu, lanjut Illiza, fokus pembangunan Banda Aceh ke depan juga pada perlindungan perempuan dan anak, masalah ini menjadi penting karena cukup banyak perempuan dan anak yang mengalami kekerasan. 

Baca: Pemko dan TNI AU hadirkan 1.000 paket pangan subsidi untuk warga Banda Aceh

Selanjutnya digitalisasi layanan publik, guna mewujudkan pemerintahan yang cepat, transparan, dan akuntabel, serta penguatan ekonomi masyarakat, melalui pemanfaatan platform digital hingga pengembangan UMKM.

Lalu, pengelolaan lingkungan berkelanjutan, termasuk penguatan ruang terbuka hijau dan pengelolaan sampah. Sehingga kenyamanan kota dapat ditingkatkan.

"Untuk pengelolaan sampah ini Alhamdulillah sudah ada rencana pembangunan tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) Regional Aceh di Blang Bintang," katanya.

Terakhir, pemerintah juga bakal melaksanakan program peningkatan infrastruktur kota, seperti penataan pedestrian serta kawasan strategis perkotaan seperti pusat perdagangan Pasar Aceh.

Illiza menegaskan, seluruh program ini dirancang agar memberikan dampak nyata, meningkatkan kenyamanan kota, sekaligus memperkuat identitas Banda Aceh sebagai kota yang modern namun tetap religius.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak mungkin dicapai oleh pemerintah semata. Diperlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan seluruh elemen masyarakat.

Ia menekankan, pendekatan multi pihak menjadi kunci untuk memperluas dampak pembangunan, mempercepat inovasi, serta memastikan setiap kebijakan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

"Maka, melalui forum Musrenbang ini saya mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memberikan kontribusi, baik dalam bentuk gagasan, kritik konstruktif, maupun dukungan nyata terhadap program pembangunan Kota Banda Aceh," demikian IIliza Sa'aduddin Djamal.

Baca: Wali Kota Banda Aceh belanjakan baju lebaran seribu lebih anak yatim



Pewarta: Rahmat Fajri
Editor : M.Haris Setiady Agus

COPYRIGHT © ANTARA 2026