Aceh Barat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Aceh Barat hingga saat ini telah melakukan pelatihan terhadap ratusan orang operator desa, sebagai upaya untuk mempermudah perbaikan data DTSEN atau desil masyarakat yang selama ini banyak keliru.
“Pelatihan ini melibatkan BPS dan Dinas Sosial Aceh Barat guna membekali operator teknik input data yang benar nantinya,” kata Bupati Aceh Barat, Tarmizi kepada wartawan di Meulaboh, Sabtu.
Pemerintah daerah berharap, dengan adanya pelatihan tersebut, para operator desa di seluruh Kabupaten Aceh Barat, nantinya akan lebih mudah bekerja melakukan penginputan data masyarakat.
Tarmizi mengatakan pelatihan ini juga sebagai upaya untuk mempermudah operator desa, dalam mengedukasi masyarakat yang ingin melakukan perubahan status pekerjaan atau data ekonomi lainnya agar sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
Langkah ini diharapkan dapat meminimalisir kegaduhan di masyarakat terkait status kepesertaan Jaminan Kesehatan Aceh atau JKA, terutama bagi warga kurang mampu yang tiba-tiba membutuhkan layanan medis darurat namun terkendala persoalan administrasi data desil.
Sebagai bentuk transparansi dan keterlibatan masyarakat, Pemkab Aceh Barat dijadwalkan akan meluncurkan Posko Pengaduan di Gampong Ujong Drien, Meureubo, pada tanggal 4 atau 5 Mei mendatang.
“Posko ini menjadi sarana bagi masyarakat untuk melaporkan ketidaksesuaian data mereka,” demikian Bupati Tarmizi.
Baca juga: Warga dan mahasiswa Aceh Barat blokir jalan, tolak pengangkutan limbah pembakaran batu bara dari PLTU
Pewarta: Teuku Dedi IskandarEditor : Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026