Banda Aceh (ANTARA) - TNI AD kembali menyelesaikan pembangunan jembatan bailey (darurat) di wilayah Desa Owaq, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, kini masyarakat setempat sudah bisa memanfaatkan jembatan tersebut.

"Kehadiran jembatan ini menjadi solusi atas keterbatasan akses transportasi yang selama ini dihadapi warga di wilayah pedalaman," kata Komandan Koramil 05/Linge, Lettu Inf Muklis, dalam keterangannya yang diterima di Banda Aceh, Senin.

Pemanfaatan jembatan bailey tersebut disambut dengan prosesi adat peusijuek (tepung tawar) sebagai tradisi untuk mendoakan sebelum jembatan digunakan.

Usai prosesi adat, dilakukan uji coba lintas pertama oleh kendaraan roda empat yang dipimpin unsur Muspika (musyawarah pimpinan kecamatan) sebagai tanda jembatan telah dapat digunakan masyarakat.

Lettu Inf Muklis menyampaikan bahwa pembangunan jembatan bailey ini merupakan bagian dari peran aktif TNI dalam membantu pemerintah daerah mengatasi kesulitan masyarakat.

Jembatan ini, diharapkan dapat memperlancar mobilitas warga, mempermudah distribusi hasil pertanian, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Ia menambahkan, selain menjaga kedaulatan negara, TNI juga memiliki tanggung jawab sosial untuk berkontribusi dalam pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya di daerah terpencil.

"Ini adalah wujud nyata kehadiran TNI di tengah rakyat,” ujar Lettu Inf Muklis.

Sementara itu, perwakilan masyarakat Kemukiman Wih Dusun Jamat, Mukim menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada TNI atas pembangunan jembatan darurat tersebut, sehingga masyarakat disana kembali memiliki akses transportasi.

"Kehadiran jembatan bailey sangat membantu aktivitas sehari-hari, terutama dalam menghubungkan antarwilayah yang sebelumnya sulit diakses," demikian Mukim.
 



Pewarta: Rahmat Fajri
Editor : M Ifdhal

COPYRIGHT © ANTARA 2026