Banda Aceh (ANTARA) - Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKAD) Kabupaten Aceh Besar menyebutkan realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) di daerah itu hingga April 2026 telah mencapai 28 persen atau sebesar Rp50 miliar dari target tahun itu Rp177 miliar.
“PAD yang kita peroleh ini bersumber dari pajak, retribusi dan pendapatan yang sah lainnya,” kata Kepala Bidang Pendapatan Asli Daerah pada BPKAD Aceh Besar, Syahidul Haq di Lambaro, Kamis.
Ia menyebutkan realisasi PAD paling tinggi terdapat pada sektor pajak daerah yakni sebesar Rp44 miliar atau 35,4 persen, retribusi daerah Rp2,4 miliar atau 8,4 persen, lain-lain PAD yang sah Rp3,4 miliar atau 19,7 persen.
Baca juga: RSUD CND Meulaboh moderenisasi parkir, tingkatkan PAD parkir Rp20 juta/bulan
Pihaknya terus menginstruksikan instansi yang memiliki peran vital dalam meningkatkan angka capaian PAD agar mengoptimalkan perannya sehingga berbagai target yang telah ditetapkan dapat tercapai.
“Ada banyak dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar yang memiliki peranan penting dalam mendongkrak PAD baik yang bersumber dari retribusi daerah dan juga pajak serta pendapatan yang sah lainnya,” katanya.
Pihaknya juga akan terus mengoptimalkan berbagai potensi yang ada guna meningkatkan PAD Aceh Besar yang akhirnya nanti akan ikut berdampak terhadap pembangunan dan ekonomi masyarakat.
“Kami minta dinas-dinas yang capaian pendapatan belum maksimal dapat segera mempercepat realisasi untuk target PAD,” katanya.
Baca juga: Pemkab Aceh Barat optimis serap PAD retribusi sampah Rp2,5 miliar
Pewarta: M IfdhalEditor : Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026