Aceh Barat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menyoroti temuan masih adanya pedagang di daerahnya yang menjual minyak goreng subsidi pemerintah (Minyakita) berkisar antara Rp17 ribu hingga Rp20 ribu per liter.
Sesuai harga harga eceran tertinggi (HET) dari pemerintah, harga jual Minyakita berada di angka Rp15.700 per liter.
"Kita akan segera sidak ke distributor utama dan agen untuk memastikan apa yang sebenarnya ditemukan di lapangan,” kata Bupati Aceh Barat, Tarmizi kepada wartawan di Meulaboh, Jumat.
Baca juga: Bulog salurkan bantuan pangan di pulau terluar Aceh
Ia mengatakan, apabila nantinya pemerintah daerah menemukan ada pelanggaran dalam penjualan Minyakita di Kabupaten Aceh Barat, pemerintah daerah bersama pihak tekait akan mengambil sikap tegas karena ini merugikan masyarakat.
Tarmizi mengatakan pihaknya telah mengidentifikasi kenaikan harga pada beberapa komoditas utama seperti beras dan minyak goreng. Untuk menjaga daya beli masyarakat, pemerintah daerah akan segera mengintervensi pasar.
Ia turut memaparkan empat langkah utama yang sedang dijalankan oleh pemerintah daerah, diantaranya melakukan pemantauan langsung ke lapangan dan distributor untuk memastikan tidak ada penimbunan atau permainan harga.
Kemudian pemerintah daerah berupaya memberikan subsidi pada komoditas tertentu untuk menjaga harga tetap terjangkau, serta menanggung biaya transportasi logistik agar harga barang dari penyalur tidak dibebankan sepenuhnya kepada konsumen.
Tarmizi menambahkan, khusus untuk minyak goreng yang pasokan nya sempat dibatasi, Pemkab sedang berkomunikasi intens dengan distributor lain agar stok di Aceh Barat tetap aman dan tidak langka.
Baca juga: Akibat gejolak di Selat Hormuz, Kuwait pangkas produksi minyak
Pewarta: Teuku Dedi IskandarEditor : Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026