Banda Aceh (ANTARA) - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Aceh menyatakan nilai ekspor komoditas sawit tersebut terdiri minyak sawit mentah dan cangkang dari provinsi tersebut periode Januari hingga April 2026 mencapai Rp360 miliar lebih.
Kepala Kantor Wilayah DJBC Aceh M Rizki Baidillah di Banda Aceh, Senin, mengatakan nilai ekspor tersebut mengalami pertumbuhan signifikan dan berpeluang menjadi tambah serta berkontribusi bagi perekonomian daerah.
"Nilai devisa ekspor dari komoditas sawit seperti CPO atau minyak sawit mentah dan cangkang sawit dari pelabuhan di Aceh periode Januari hingga April 2026 mencapai Rp360 miliar lebih. Nilai yang tumbuh signifikan tersebut menjadi peluang pengembangan nilai tambah perekonomian daerah," katanya.
M Rizki Baidillah mengatakan jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2025 terjadi kenaikan mencapai 445 persen, di mana nilai devisa ekspor pada tahun tersebut sebesar Rp65,97 miliar.
"Sedangkan periode yang sama pada 2024, nilai devisa ekspor sawit Rp55,1 miliar. Untuk total devisa ekspor komoditas tersebut pada 2025 tercatat mencapai Rp1,18 triliun," kata M Rizki Baidillah.
Ia menyatakan pihaknya berkomitmen penuh memberikan informasi secara periodik mengenai perkembangan ekspor dan impor suatu produk secara transparan kepada publik.
"Melalui penyajian data tersebut, kami ingin memberikan gambaran utuh mengenai peta kekuatan komoditas daerah," kata M Rizki Baidillah menyebutkan.
Menurut dia, data kinerja kelapa sawit yang melonjak hingga April 2026 merupakan bukti nyata bahwa Aceh memiliki basis volume yang kuat untuk dikembangkan lebih jauh melalui industri pengolahan produk turunan.
Melihat tren volume komoditas kelapa sawit yang terus bertumbuh dari tahun ke tahun, terdapat peluang besar dalam optimalisasi nilai tambah melalui pemanfaatan limbah pengolahannya dengan konsep zero waste atau nol limbah.
Limbah pemrosesan seperti tandan kosong kelapa sawit dapat diolah menjadi pupuk organik. Sementara itu, produk sampingan berupa bungkil inti sawit (palm kernel cake) memiliki potensi besar untuk diproduksi menjadi pakan ternak berkualitas tinggi.
"Dan ini tidak hanya potensial untuk memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga membuka peluang ekspor," kata M Rizki Baidillah.
Ia menambahkan melalui penyajian data yang transparan serta pemetaan potensi ekonomi yang akurat, Kanwil DJBC Aceh berkomitmen untuk terus mengawal stabilitas ekonomi wilayah.
"Sekaligus memperkuat langkah nyata dalam mengakselerasi pencapaian predikat zona integritas wilayah birokrasi bersih dan melayani pada tahun ini," kata M Rizki Baidillah.
Pewarta: M.Haris Setiady AgusEditor : M Ifdhal
COPYRIGHT © ANTARA 2026