Meulaboh (ANTARA Aceh) - Harga sejumlah ikan segar di Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh mengalami kenaikan cukup drastis akibat pasokan terbatas, sementara permintaan sangat tinggi dalam sepekan terakhir.

Hendra, seorang pedagang ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Ujong Baroh, Aceh Barat, Minggu mengatakan pembeli ikan segar di pasar Meulaboh bukan hanya masyarakat lokal, namun juga dari kabupaten tetangga.

"Saya hari ini tidak berjualan karena ikan mahal. Sudah beberapa hari ini pasokan sangat kurang. Banyak nelayan tidak melaut karena cuaca buruk. Masyarakat yang sedang dalam memeringati Maulid Nabi Muhammad SAW butuh ikan banyak," katanya.

Adapun jenis ikan yang mengalami kenaikan seperti tongkol dari Rp15.000/kg naik menjadi Rp35. 000/kg, tuna dari Rp25.000/kg naik menjadi Rp45.000/kg.

Ikan kembung naik dari harga Rp35.000/kg menjadi Rp70.000/kg. Kenaikan jenis ikan ini sudah berlangsung lama secara perlahan dan bertahan tinggi karena hampir dua bulan terkahir perairan Aceh dilanda cuaca ekstrem.

Ikan dencis naik dari harga Rp18.000/kg naik menjadi Rp25.000/kg, udang putih campuran dari Rp50.000/kg naik menjadi Rp70.000/kg, sementara untuk sejenis ikan karang, persediaanya sangat terbatas, kalaupun ada harganya diprediksi paling tinggi.

"Pembeli ke pasar Ujong Baroh, bukan hanya warga Aceh Barat, tapi juga dari Nagan Raya. Itu menandakan di sanapun mereka tidak punya stok ikan sehingga harus membelinya ke Aceh Barat walaupun harus memakan waktu,"sebutnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perikanan Tangkap pada Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh Barat, Mahli mengatakan tingginya harga ikan sudah berlangsung sejak dua bulan terakhir.

"Pemkab Aceh Barat tidak bisa mengintervensi apabila ada kondisi kenaikan harga ikan, terlebih lagi faktornya adalah cuaca ekstrem yang melanda perairan. Nelayanpun saat ini mungkin adalah waktu beristirahat sejenak,"sebutnya.

Mahli menuturkan, terkait dengan perayaan memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, sudah menjadi kebiasaan harga ikan basah mengalami lonjakan, sebab pada momen tersebut kebutuhan masyarakat akan ikan segar cukup tinggi.

Tradisi merayakan kenduri Maulid Nabi Muhammad SAW di Aceh, kebiasaan disediakan hidangan besar dan berlapis, diisi dengan ikan dan daging pada hari pelaksanaan dengan mengundang tamu dari desa tentangga maupun kecamatan lain.

Acara memperingati hari kelahiran nabi Muhammad dengan zikir akbar, doa bersama serta ceramah agama, akan berlanjut hingga tiga bulan ke depan.



Pewarta: Anwar
: Salahuddin Wahid

COPYRIGHT © ANTARA 2026