Jantho (Antaranews Aceh) - Harga bawang putih dua hari terakhir melonjak drastis dari Rp25.000 menjadi Rp40.000/ Kg di Pasar Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Provinsi Aceh.

Sejumlah pedagang di pasar tersebut, Rabu mengakui, penyabab utama meningkatnya harga jual salah satu jenis bumbu dapur itu karena pasokan dari Sumatera Utama (Sumut) kian terbatas.

"Harga bawang putih sejak dua hari yang lalu sudah naik, dulu harganya Rp25.000 sekarang naik Rp 40.000/ Kg," kata salah seorang pedagang enceran Iwan di Pasar Lambaro, Aceh Besar, Rabu.

"Penyebab naiknya harga bawang putih karena pasokan dari penyalur berkurang drastis, sementara permintaannya normal," tambah pedagang tadi.

Kemudian, pedagang pengecer lainnya Sabaruddin mengakui, jika pasokan bawang putih normal saban hari ia habis menjual sebanyak 100 kilogram.

"Jika pasokan barang (bawang putih) lancar setiap hari lakunya 80-100 Kg/ hari dan sudah tiga hari yang lalu pasokannya terbatas, bahkan dua hari terkahir tidak masuk bawang putih," akuinya.

Informasi yang dihimpun Antara dari sejumlah pedagang glosir mengakui, dalam keadaan normal di sejumlah pasar di provinsi paling ujung barat Indonesia setiap hari butuh sebanyak15 ton bawang.

"Masing-masing 10 ton bawang merah dan 5 ton bawang putih," jelas pedagang grosir Sofyan.

Pedangang glosir tadi juga mengakui, bawang merah maupun bawang puti yang didatangkan dari Medat (Sumatera Utara) tersebut kemudian dibeli oleh pengecer lalu dipasatman ke sejumlah pasar di Aceh meliputi Pasar Lambaro dan Pasar Keutapang (Aceh Besar).

Kemudian, Pasar Nesu, Pasar Aceh, Pasar Keudah, Pasar Peunayong dan Pasar Gampong Baro serta Pasar Nesu, dan kesemua pasar ini berada di Wilayah Kota Banda Aceh.

Ada pun harga enceran bawang merah masih normal yaitu, Rp 25.000 sampai dengan Rp 28.000/ Kg.

Pewarta: Irman Yusuf
Editor : Heru Dwi Suryatmojo

COPYRIGHT © ANTARA 2026