Banda Aceh (Antaranews Aceh) - Harga daging sapi meugang atau hari pemotongan hewan menjelang bulan puasa Ramadhan tahun ini di Kota Banda Aceh, Rp170.000/Kg atau mengalami kenaikkan 21 persen dibandingkan hari-hari biasanya yang hanya Rp140.000/Kg.

"Harga daging sapi meugang hari ini, Rp170.000/Kg kami jual ke pembeli," ucap Ridwan (45), pedangang daging sapi di Pasar Ulee Kareng, Banda Aceh, Rabu.

Ia mengatakan, harga daging sapi lazimnya di sejumlah pasar tradisional di daerah yang memiliki julukan "Serambi Mekkah" tersebut, dipasarkan seharga Rp140.000 per kilogram.

Namun dalam dua hari terakhir, lanjutnya, permintaan masyarakat setempat akan daging sapi di ibu kota Provinsi Aceh itu, mengalami peningkatan secara dratis.

Akibatnya harga komoditas ini di sejumlah pasar tradisional meroket, yakni mulai dari Rp150.000, per kilogram, lalu Rp160.000, dan Rp170.000 atau melonjak sekitar 21 persen dari harga semula.

"Setiap meugang, memang selalu begini. Permintaan meningkat, meski pasokan terus di tambah. Harganya pun, ikut naik. Tapi sedikit," tutur Muhammad (51), pejual danging sapi di Pasar Beurawe.

Wahed (35), pedangang daging ayam potong dan ayam kapung mengaku, kenaikan justeru dialami oleh ayam potong yang menembus harga Rp35.000 per kilogram.

"Kemarin dan hari ini ayam potong Rp35.000, biasanya cuma Rp23.000 per kilogram. Kalau ayam kapung sekitar Rp40.000 dari harga semula Rp35.000 per kilogram," terang dia.

Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman memantau langsung harga dan ketersediaan stok kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisonal, mengecam seluruh penjual yang tidak menjaga kestabilan harga.

Ia berjanji, pihaknya akan mengadakan pasar murah di sejumlah tempat, jika menemukan atau terdapat pedangang bertindak menaikan harga jual di pasaran.

"Jadi, harga daging meugang tahun ini stabil, walau memang sedikit lebih tinggi dari harga pada hari biasa," kata Aminullah, di sela-sela kunjungannya ke Pasar Peunayong.

Pewarta: Muhammad Said
Editor : Heru Dwi Suryatmojo

COPYRIGHT © ANTARA 2026