"Kami berharap Pemerintah Aceh bersama Pemerintah Sumatera Utara dapat segera membentuk kelembagaan Cagar Biosfer Leuserkarena penetapan cagar Biosfer Leuser telah dilakukan pada 1981," kata Ketua Komite Man and The Biosphere Programme "United Nations Education Social and Cultural Organization (MAB-UNESCO) Enny Sudarmonowati di Takengon, Jumat.
Pernyataan itu disampaikannya di sela-sela mengunjungi Kampung Kupi Tebes Lues, kecamatan Bies, Kabupaten Aceh Tengah. Dalam kunjungan tersebut Rombongan Kementerian PMK didampingi oleh Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar.
Ia menjelaskan kelembagaan tersebut merupakan sebuah bentuk dari komitmen pemerintah daerah yakni provinsi dan kabupaten/kota yang masuk dalam kawasan cagar biosfer dan kelembagaan tersebut langsung dipimpin oleh pemerintah daerah dan dikelola oleh lintas sektoral.
Menurut dia, pembentukan lembaga dapat berganti-ganti antara pemerintah daerah sebab kawasan Ekosistem Gunung Leuser meliputi dua provinsi yakni Aceh dan Sumatera Utara.
"Kami menargetkan kelembagaan ini dapat terbentuk dalam satu tahun. Kehadiran lembaga ini akan sangat penting untuk mencitrakan dan mempromosikan Cagar Biosfer Leuser lebih luas," katanya.
Ia mengatakan tanpa ada kelembagaan tersebut, sulit untuk melakukan branding dan promosi secara berkelanjutan terhadap Cagar Biosfer Leuser.
Cagar Biosfer merupakan situs yang ditunjuk oleh berbagai negara melalui kerja sama program MAB-UNESCO untuk mempromosikan konservasi keanekaragaman hayati dan pembangunan berkelanjutan, berdasarkan pada upaya masyarakat lokal dan ilmu pengetahuan yang handal.
Cagar Biosfer menjadi kawasan yang menggambarkan keselarasan hubungan antara pembangunan ekonomi, pemberdayaan masyarakat dan perlindungan lingkungan, melalui kemitraan antara manusia dan alam.
"Artinya, pembangunan yang dilakukan ini merupakan harmonisasi masyarakat dengan lingkungan dan tidak merusak hutan," katanya.
Ia mengatakan cagar biosfer memiliki perpaduan tiga fungsi yakni sebagai logistik, riset dan ilmu pengetahuan dan teknologi. Semua fungsi tersebut akan memberkan nilai tambah dan upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dapat terwujud pada masa mendatang.
"Pembentuan kelembagaan Cagar Biosfer Leuser ini juga sudah saya sampaikan saat menjadi salah satu narasumber pada Rapat Koordinasi Pengisian Indikasi Program Masterplan RTRW Aceh dan di sana juga saya sampaikan terkait regulasi akan kita bahas bersama-sama pada forum di Jakarta," katanya.
Ia mengatakan pembentukan kelembagaan yang melibatkan seluruh lintas sektoral tersebut juga akan mencapai program Sustainable Development Goals (SDGs) dan akan mudah untuk menjadi salah satu sepuluh destinasi prioritas.
Enny juga menambahkan kegiatan Gayo Alas Mountain Internasional Festival (GAMIFest) juga merupakan bagian pintu masuk untuk memulai program percepatan pembangunan di wilayah tengah Aceh.
"Kegiatan yang digelar di empat kabupaten/kota di kawasan Tengah Aceh ini juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana mempromosikan Cagar Biosfer Leuser," katanya.
Pewarta: M IfdhalUploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.