Suka Makmue (Antaranews Aceh) - Harga beli tandan buah segar (TBS) kelapa sawit milik petani oleh sejumlah perusahaan perkebunan di Kabupaten Nagan Raya kini semakin anjlok dan turun drastis.

Data yang diperoleh Antara, Jumat (4/1) siang di Nagan Raya, harga beli TBS kelapa sawit milik petani oleh perusahaan perkebunan mencapai Rp950/kilogram. Padahal, biasanya harga jual satu kilogramnya mencapai diatas Rp1.000/kilogram.

Sedangkan jika petani menjual kepada agen pengepul, maka harga yang dibeli semakin rendah yakni mencapai Rp600 hingga Rp700/kilogram.

"Akibat anjloknya harga beli kelapa sawit, menyebabkan seluruh petani kalang-kabut, karena tak mampu lagi menutupi utang dan biaya panen buah," kata anggota DPRK Nagan Raya, Teuku Cut Man kepada Antara, Jumat sore.

Meski persoalan ini sudah berulangkali disampaikan petani kepada DPRK Nagan Raya, akan tetapi sampai saat ini belum terlihat adanya respons positif dari pemerintah daerah dan pihak terkait, guna mencari solusi terhadap persoalan dimaksud.

DPRK Nagan Raya meminta persoalan ini supaya segera diselesaikan, karena apabila terus dibiarkan maka masyarakat kecil harus menanggung risikonya.

Yang mengherankan, kata Teuku Cut Man, harga beli tandan buah segar (TBS) kelapa sawit milik petani di Kabupaten Aceh Barat justru tinggi yakni mencapai Rp1.060/kilogram oleh pihak perusahaan perkebunan.

"Aceh Barat saja harga jual dan beli kelapa sawit tinggi, di Nagan Raya malah turun. Ini sangat tidak rasional," tambahnya.

Oleh karena itu, ia menduga persoalan ini ada pihak yang diduga senga mempermainkan hak petani, sehingga harga jual kelapa sawit semakin rendah setiap harinya.

Pewarta: Teuku Dedi Iskandar
Editor : Heru Dwi Suryatmojo

COPYRIGHT © ANTARA 2026