Lhoksukon, Aceh (ANTARA) - Satu unit rumah berkonstruksi kayu di Gampong (desa) Pucok Alue Seulemak, Kecamatan Payabakong, Kabupaten Aceh Utara, roboh dihantam angin kencang saat pemiliknya sedang istirahat.

Kapolres Aceh Utara AKBP Ian Rizkian Milyardin melalui Kapolsek Payabakong Ipda Pujianto di Lhoksukon Kamis menyebutkan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, sementara rumah itu milik Rosliani Yusuf (38), seorang janda.

“Kejadian ini terjadi pada Rabu (24/7) malam, sekitar pukul 22.00 WIB, saat pemilik rumah bersama kedua anaknya sedang istirahat di dalam rumah tersebut,” kata Ipda Pujianto menjelaskan.

Baca juga: 18 rumah di Abdya rusak diterjang gelombang pasang

Dikatakan, kejadian ini bermula saat korban bersama kedua anaknya sedang beristirahat, lalu datang angin kencang sebelum hujan deras dan saksi sempat mendengar suara dentuman dari atap seng rumah dimaksud.

“Begitu korban mendengar suara dentuman dari atap seng, korban dan anaknya langsung bergegas keluar untuk menyelamatkan diri dan tidak lama kemudian rumah pun ambruk diterjang angin puting beliung,” kata Kapolsek.

Akibat kejadian ini Rosliani Yusuf bersama anaknya harus mengungsi ke rumah saudaranya, karena rumah yang mereka tempati sudah roboh dan diperkirakan korban mengalami kerugian sebesar Rp 25 juta lebih.

Baca juga: Rumah rusak dihantam angin kencang

Sementara Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Utara Amir Hamzah membenarkan informasi tersebut, dia juga menyebut bahwa ada rumah lain yang terkena imbas angin kencang.

“Informasi kita dapatkan, di Kecamatan Meurah Mulia juga ada rumah yang rusak dihantam angin kecang, namun kita belum mempunyai data lengkap terkait nama korbannya karena tim sedang bekerja di lapangan,” kata Amir Hamzah.

Baca juga: Puting Beliung terjang tujuh rumah warga di Pidie

Pihaknya juga berharap agar para camat di masing-masing kecamatan yang ada di Kabupaten Aceh Utara untuk segera melaporkan jika ada rumah atau bangunan lainnya yang imbas dari angin kencang tadi malam.

 

Pewarta: Zubir
Editor : Heru Dwi Suryatmojo

COPYRIGHT © ANTARA 2026