Pemerintah Kota (Pemkot) Banda Aceh menyatakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mengalami tren positif dengan pertumbuhan mencapai 9,75 persen pada 2019 dan mampu menekan angka pengangguran di wilayah setempat.

"Pertumbuhan UMKM di Banda Aceh meningkat tajam. Hal ini ditandai dengan semakin bertambahnya jumlah UMKM di kota kita ini," ujar Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman di Banda Aceh, Senin.

Baca juga: Banda Aceh berbagi kelola wisata warisan dengan Sawahlunto Sumbar

Ia menerangkan, pihaknya sangat konsentrasi dalam mendorong sektor UMKM di daerah berjuluk Kota Serambi Mekkah agar terus berkembang, melalui berbagai kebijakan dan program di tengah tantangan global yang semakin berat.

Baca juga: RS Zainoel Abidin siapkan ruang isolasi bagi suspect virus corona

Dari sisi jumlah UMKM di Banda Aceh, hingga tahun 2019, tercatat sebanyak 12.012 UMKM, atau mengalami peningkatan 9,75 persen, dibandingkan 2018 berjumlah 10.944 UMKM, dan pada 2017 sebesar 9.591 UMKM.

Baca juga: Kunjungan wisatawan menurun pada 2019, Pemko Sabang upayakan pembenahan

"Ini harus kita dorong terus agar semakin berkembang, baik dari sisi jumlah maupun kualitas produk. Seperti di sepanjang area CFD (Car Free Day) kemarin, juga kita hidupkan. Setiap minggunya kita akan beli produk-produk ini," ujar wali kota.

"Kita berolahraga di sini (CFD), berkumpul bersama keluarga, kemudian membelanjakan uang kita disini. Ketika butuh minum dan makan, kita sama-sama makan disini, produk dari warga kita sendiri," tambah Aminullah mencontohkan.

Wali kota mengungkapkan, salah satu dampak positif dari pertumbuhan UMKM di Banda Aceh, yakni menurunnya angka kemiskinan dan pengangguran di ibu kota Provinsi Aceh tersebut.

Ia mengklaim angka pengangguran dan kemiskinan di Kota Serambi Mekkah cenderung mengalami penurunan, dari sebelumnya pada 2016 sebesar 12 persen, 2017 sebesar 7,44 persen, 2018 sebesar 7,25 persen dan 2019 berada pada 7,29 persen.

"Komitmen pemkot menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran, salah satunya mendorong berdayanya UMKM. Semakin banyak UMKM yang berkembang, maka akan semakin banyak lapangan kerja yang tercipta. Inilah solusi nyata menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran," kata Aminullah.

Sebelumnya, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki menargetkan ekspor dari sektor UMKM  pada 2020 dapat meningkat hingga dua kali lipat pada 2024 dengan kontribusi terhadap ekspor nasional dapat tumbuh dari realisasi saat ini 14,5 persen.

"Target ekspor di 2024 itu, bisa dua kali lipat. Kira-kira bisa 30 persen. Itu ambisius, optimistis, walaupun pertumbuhan ekonomi Indonesia rata-rata enam persen," ungkap Teten.

Pewarta: Muhammad Said

Editor : Heru Dwi Suryatmojo


COPYRIGHT © ANTARA News Aceh 2020