PT Hutama Karya (Persero) menyatakan pembangunan ruas Tol Sigli-Banda Aceh (Sibanceh) tersisa satu seksi lagi yaitu Seksi 1 (Padang Tiji-Seulimuem) yang ditargetkan resmi beroperasi pada awal 2024 mendatang.

“Akhir tahun ini ditargetkan sudah selesai (pembangunan). Harapannya di awal tahun 2024 bisa beropersi full seluruh ruas,” kata Kepala Cabang Tol Sibanceh Hutama Karya Totok Masyadi di Aceh Besar, Kamis.

Proyek pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Sigli-Banda Aceh memiliki panjang 74,2 kilometer yang tebagi dalam 6 seksi, yaitu seksi 1 Padang Tiji-Seuliemum (25 km), seksi Seuliemum-Jantho (6 km), seksi 3 Jantho-Indrapuri (16 km), seksi 4 Indrapuri-Blang Bintang (14 km), seksi 5 Blang Bintang-Kuta Baro (8 km) dan seksi 6 Kuta Baro-Baitussalam (5,2 km).


Baca juga: Mulai 22 Juni, dua seksi tol Sibanceh mulai beroperasi tanpa tarif

Lima dari total enam seksi tersebut sudah beroperasi. Tiga seksi di antaranya beroperasi dengan pengenaan tarif yakni seksi 2, seksi 3, dan seksi 4. Sementara seksi 5 dan 6 belum pengenaan tarif atau gratis karena masih dalam tahapan sosialisasi.

“Untuk seksi 5 dan 6 digratiskan sampai waktu yang belum dapat dipastikan, menunggu keluarnya peraturan menteri terkait tarifnya,” ujarnya.


 

Dengan beroperasi lima seksi itu, maka ruas tol Sibaceh yang sudah bisa digunakan masyarakat sepanjang 48,5 km, mulai dari gerbang tol Baitussalam hingga gerbang tol Seulimuem, dengan estimasi jarak sekitar 30 menit perjalanan.

Seperti diketahui, seksi 5 dan 6 mulai dibuka secara gratis per hari ini. Pengoperasian ini menyusul adanya Sertifikat Laik Operasi (SLO) serta Keputusan Menteri (Kepmen) Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tentang penetapan pengoperasian jalan tol Sigli – Banda Aceh seksi 5 – 6. 

“Meski belum bertarif, pengguna jalan tol tetap harus melakukan tapping kartu uang elektronik saat melintas,” kata Executive Vice President (EVP) Divisi Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Tjahjo Purnomo.

Sebelum beroperasi, ruas tol tersebut juga telah dilakukan Uji Laik Fungsi (ULF), meliputi aspek keselamatan, manajemen lalu lintas jalan, sarana jalan, bangunan pelengkap, operasi dan administrasi.

Hutama Karya juga telah menyiapkan berbagai fasilitas dan 31 personel siaga yang terdiri dari petugas layanan operasi, paramedis dan patroli untuk melayani pengguna di dua seksi tol Sibanceh itu.


Baca juga: Dibuka saat Lebaran, dua seksi tol Sibanceh kembali ditutup mulai hari ini

Pewarta: Khalis Surry

Editor : Febrianto Budi Anggoro


COPYRIGHT © ANTARA News Aceh 2023