Banda Aceh, 25/4 (Antaraaceh) - Wakil Gubernur Penang, Malaysia Mohd Rashid Hasnon menyatakan survei data kemiskinan merupakan pemetaan awal yang harus dilakukan untuk pembangunan sebuah daerah.
"Dari data kemiskinan  dapat diketahui titik lemah perekonomian rakyat sehingga kita dapat bergerak dan mengubahnya," katanya dalam Senior Official Meeting dan Business di Banda Aceh, Kamis.
Dijelaskannya, proses pengembangan ekonomi Malaysia juga  berawal dari pendataan kemiskinan, sehingga hal tersebut sangat perlu dilakukan oleh setiap bangsa.
Kegiatan tersebut merupakan lanjutan dari MoU kerja sama  bidang investasi, dan  rapat kerja pertama telah dilakukan satu bulan yang lalu di Pulau Penang dan kunjungannya ke Aceh, lanjutan dari kesepakatan MoU yang akan di tandatangani untuk tempo 2014-2017.
Penandatanganan MoU Pemerintah Aceh dan Penang direncanakan akan dlaksanakan Jumat, 25 April 2014 meliputi kerja sama dalam bidang pariwisata, investasi perdagangan/UKM, Sumber Daya Manusia dan kerja sama dalam makanan halal.
"Semoga kesepakatan dalam beberapa sektor unggulan yang dimiliki Aceh berlangsung sukses dan menghasilkan kerja sama yang baik antara kedua belah pihak," katanya.
Ia juga mengungkapkan kekagumannya terhadap potensi Aceh dan mengaku sangat tertarik untuk berinvestasi dibeberapa sektor unggulan daerah ini.
"Kami sangat tertarik untuk berinvestasi di Aceh. Peluang dan potensi yang dimiliki Aceh sangat besar dan kita memiliki hubungan historis yang sangat erat," katanya.
Ia menambahkan, potensi pariwisata, perdagangan dan makanan halal merupakan  yang sangat besar yang dimiliki Aceh dan pihaknya berkeinginan kuat untuk bekerja sama dalam bidang tersebut.
Dalam pertemuan tersebut juga hadir Ms. Loo Lee Lian, GM Invest Penang Berhad Malaysia, Shazanah Abdul Wahab dan Staf Invest Penang Berhad Malaysia. Sementara dari Pemerintah Aceh diantaranya Kepala Biro Ekonomi Setda Aceh Muhammad Raudhi.

Pewarta: Pewarta : Muhammad Ifdhal
Editor : Salahuddin Wahid

COPYRIGHT © ANTARA 2026