Banda Aceh, 2/5 (Antaraaceh) - Program Selaras dari Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perkotaan mampu menguatkan keterlibatan perempuan dalam pembangunan.
"Dengan adanya program Selaras, partisipasi perempuan terhadap PNPM semakin meningkat," kata Cut Fauziah Hanum, anggota Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Lamgapang, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Aceh Besar, di Banda Aceh, Jumat.
Menurut dia, program Selaras PNPM menguatkan ikut sertaan perempuan dalam setiap kegiatan yang dilakukan, mulai dari perencanaan, pengerjaan, pengawasan, hingga evaluasi.
Dulu, kata dia, sebelum ada program Selaras, perempuan sepertinya hanya sebagai pelengkap. Perempuan juga jarang terlibat sebagai pengambil kebijakan setiap kegiatan PNPM.
"Kini, perempuan sudah berani berbicara, baik mengusulkan maupun sebagai pengambil kebijakan. Sekarang mulai tampak perempuan lebih menonjol," kata Cut Fauziah Hanum.
Kendati partisipasi perempuan, kata dia, namun masih ada kendala yang menghambat penyelesaian kegiatan PNPM di Gampong Lamgapang, Kecamatan Krueng Barona Jaya.
"Di antara kendalanya, yakni fasilitator kecamatan sering diganti. Belum selesai satu program, fasilitatornya diganti. Padahal, fasilitator ini merupakan pendamping masyarakat menyelesaikan rencana-rencana kerja PNPM," ungkap dia.
Senada juga disampaikan M Rizyan, anggota BKM Meunasah Papeun, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Aceh Besar. Ia mengatakan, perempuan kini lebih bersemangat terlibat dalam setiap kegiatan PNPM.
"Setiap kegiatan PNPM diawali dengan rembuk desa. Dari rembuk desa itu terlibat partisipasi perempuan lebih menonjol, terutama dalam mengajukan usulan program kerja. Dari usulan itu, dipilih yang paling dibutuhkan," ungkap dia.
Selain mengusulkan, lanjut dia, perempuan juga dilibatkan dalam pelaksanaannya, pengawasan, hingga evaluasi program. Keterlibatan perempuan lebih menonjol dibanding laki-laki.
"Kalau kendala, tidak ada. Hanya saja permasalahannya dana dikucurkan ke desa ini perlu ditambah karena banyak usulan masyarakat tidak tertampung dalam kegiatan PNPM," papar M Rizyan.
Sementara, Nur Aminah, penerima manfaat PNPM mengaku dirinya bisa mengembangkan usaha kerajinan rumah tangga yang dilakoni sejak belasan tahun silam.
"Dari PNPM, saya mendapat pinjaman modal usaha. Dengan modal usaha ini saya bisa mengembangkan usaha kasap, kerajinan kain Aceh. Dari usaha ini, saya bisa membantu perekonomian keluarga," ujar Nur Aminah.
Ibu tiga anak ini berharap PNPM terus berlanjut di masa mendatang. Sebab, program nasional ini memberi dampak terhadap pengembangan ekonomi masyarakat kecil.
"Dengan PNPM, kami dilibatkan mulai perencanaan hingga evaluasi. Selain itu, kami masyarakat ekonomi kecil bisa mendapat pinjaman modal usaha," pungkas Nur Aminah.

Pewarta: Pewarta : M Haris SA
Editor : Salahuddin Wahid

COPYRIGHT © ANTARA 2026