Banda Aceh (ANTARA Aceh) - Pemerintah Aceh akan menurunkan tim survei untuk mengkaji normalisasi Krueng Tiro, Mutiara Timur, Kabupaten Pidie.
"Insya Allah dalam waktu dekat tim survei dari Dinas Pengairan Provinsi Aceh akan turun ke lokasi untuk melakukan survei," kata Gubernur Aceh Zaini Abdullah di sela-sela tinjauan abrasi di Krueng Tiro di kawasan Krueng Tiba Raya, Mutiara Timur, Pidie, Sabtu.
Menurut dia, normalisasi Krueng Tiro tersebut mendesak karena berfungsi untuk pengendalian banjir dan menghindari abrasi yang dapat mengancam pemukiman penduduk di daerah setempat.
Dalam tinjaun di lokasi abrasi tersebut, Gubernur Aceh Zaini Abdullah turut didampingi Kepala Dinas Pengairan Provinsi Aceh Syamsurizal, Wakil Bupati Pidie M Iriawan, Sekrataris Dinas Kesehatan Aceh M Hasan, Kadis Sosial Aceh Al Hudri, Kepala Biro Humas Pemerintah Aceh H M Ali Alfata dan Kepala Biro Umum Setda Aceh T Aznal Zahri serta Kepala Dinas Bina Marga Aceh, Anwar Ishak.
Sementara itu, Kadis Pengairan Aceh Syamsurizal mengatakan pihaknya akan segera melakukan survei ke lokasi untuk melihat kondisi sungai, yang kemudian akan terpetakan anggaran sekaligus menentukan langkah-langkah yang harus dilakukan.
Ia mengatakan untuk tahun ini sudah tersedia dana sebesar Rp5 miliar untuk pembangunan pengamanan tebing di daerah Krueng Tiro yang nantinya juga akan dilakukan survey oleh tim.
"Artinya, jika pembangunannya dibutuhkan permanen maka akan dilakukan permanen dan semuanya akan ditentukan setelah dilakukan survei dan bisa saja kelanjutan pembangunan akan dianggarkan pada tahun selanjutnya," katanya.
Ia juga menambahkan normalisasi di daerah tersebut akan dilakukan sepanjang tiga kilometer yakni dari Blang Kumon sampai Jembatan Beureunuen. Adapun untuk pembangunan tersebut akan difokuskan pada titik-titik yang memang sangat perlu dilakukan pembangunan tebing.
Dalam kunjungan kerjanya ke Pidie, Zaini Abdullah juga menyempatkan diri singgah di masjid Al Jihad di Gampong Gumpueng, Mutiara Timur guna melihat progress lanjutan pembangunan masjid di daerah setempat.
"Insya Allah dalam waktu dekat tim survei dari Dinas Pengairan Provinsi Aceh akan turun ke lokasi untuk melakukan survei," kata Gubernur Aceh Zaini Abdullah di sela-sela tinjauan abrasi di Krueng Tiro di kawasan Krueng Tiba Raya, Mutiara Timur, Pidie, Sabtu.
Menurut dia, normalisasi Krueng Tiro tersebut mendesak karena berfungsi untuk pengendalian banjir dan menghindari abrasi yang dapat mengancam pemukiman penduduk di daerah setempat.
Dalam tinjaun di lokasi abrasi tersebut, Gubernur Aceh Zaini Abdullah turut didampingi Kepala Dinas Pengairan Provinsi Aceh Syamsurizal, Wakil Bupati Pidie M Iriawan, Sekrataris Dinas Kesehatan Aceh M Hasan, Kadis Sosial Aceh Al Hudri, Kepala Biro Humas Pemerintah Aceh H M Ali Alfata dan Kepala Biro Umum Setda Aceh T Aznal Zahri serta Kepala Dinas Bina Marga Aceh, Anwar Ishak.
Sementara itu, Kadis Pengairan Aceh Syamsurizal mengatakan pihaknya akan segera melakukan survei ke lokasi untuk melihat kondisi sungai, yang kemudian akan terpetakan anggaran sekaligus menentukan langkah-langkah yang harus dilakukan.
Ia mengatakan untuk tahun ini sudah tersedia dana sebesar Rp5 miliar untuk pembangunan pengamanan tebing di daerah Krueng Tiro yang nantinya juga akan dilakukan survey oleh tim.
"Artinya, jika pembangunannya dibutuhkan permanen maka akan dilakukan permanen dan semuanya akan ditentukan setelah dilakukan survei dan bisa saja kelanjutan pembangunan akan dianggarkan pada tahun selanjutnya," katanya.
Ia juga menambahkan normalisasi di daerah tersebut akan dilakukan sepanjang tiga kilometer yakni dari Blang Kumon sampai Jembatan Beureunuen. Adapun untuk pembangunan tersebut akan difokuskan pada titik-titik yang memang sangat perlu dilakukan pembangunan tebing.
Dalam kunjungan kerjanya ke Pidie, Zaini Abdullah juga menyempatkan diri singgah di masjid Al Jihad di Gampong Gumpueng, Mutiara Timur guna melihat progress lanjutan pembangunan masjid di daerah setempat.
Pewarta: Pewrta : Muhammad Ifdhal: Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.