Lhokseumawe (ANTARA Aceh) - Nlayan di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, mampu menangkap ikan tongkol sebanyak 100-200 tong fiber, apabila dikalkulasikan bisa mencapai 600 ton per hari.

Seorang nelayan,  Husaini, yang ditemui di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Muara Batu Kabupaten Aceh Utara, Sabtu mengatakan, melimpahnya hasil tangkapan ikan tongkol tersebut telah terjadi sejak tiga hari yang lalu.

"Dengan banyaknya hasil tangkapan ikan tongkol, maka harganya pun sangat terjangkau, yaitu mencapai Rp10 ribu per kilogram dan dua kilogram Rp15ribu. Hal ini sudah terjadi sejak tiga hari yang lalu," ujar Husaini.

Husaini menambahkan, banyaknya hasil tangkapan ikan tongkol tersebut bukan hanya terjadi di wilayah Kabupaten Aceh Utara saja, melainkan di Kota Lhokseumawe juga terjadi hal yang serupa.

Hasil tangkapan tersebut dikirim ke daerah-daerah lain, seperti  Kota Langsa dan Banda Aceh. Apabila tidak dikirim keluar daerah, maka akan "booming" ikan tongkol untuk pasar Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe.

"Sepertinya kebutuhan ikan tongkol untuk daerah sudah melebihan kebutuhan, sehingga banyak yang kita kirim ke daerah-daerah lain, apabila tidak kita kirim maka ikan tersebut akan membanjiri pasar dan harganya akan semakin anjlok," kata Husaini.

Saat nelayan mulai membongkar hasil tangkapannya, ikan-ikan tersebut langsung diangkut menggunakan becak dan mobil, kemudian dikirim ke berbagai daerah di Aceh Utara dan kabupaten/kota lainnya.

Bagi pedagang ikan harian juga memborong beberapa fiber ikan kemudian dijual secara eceran kepada warga langsung di PPI tersebut, sementara masyarakat silih berganti berdatangan membeli ikan segar di lokasi tersebut.

Mayoritas warga membeli dalam jumlah yang besar karena harganya murah dibandingkan harga ikan sebelumnya yang melambung.




Pewarta: Pewarta : Mukhlis
Uploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026