Banda Aceh (ANTARA) - Korban yang terseret arus banjir akhir November 2025 lalu asal Gampong Lhok Reudeup, Kecamatan Tanah Jambo Aye Kabupaten Aceh Utara, Mawardiah (18) ditemukan meninggal dunia dalam kebun warga.

"Mayat tersebut kemudian dikenali sebagai Mawardiah (18), merupakan korban banjir bandang yang sebelumnya dilaporkan hilang sejak 27 November 2025," kata Kapolsek Tanah Jambo Aye, AKP Agus Alfian Halomoan Lubis, di Aceh Utara, Jumat.

Sosok mayat perempuan itu ditemukan dalam kebun warga di wilayah Gampong Biram Rayeuk, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, pada Kamis (22/1) kemarin.

AKP Agus mengatakan, penemuan mayat tersebut bermula saat seorang warga bernama Asnawi atau pemilik kebun melihat adanya bentuk menyerupai kaki manusia di area kebunnya.

“Setelah dilakukan pengecekan secara teliti dan seksama, pemilik kebun memastikan bahwa yang terlihat tersebut benar merupakan kerangka kaki beserta kerangka tubuh manusia,” ujarnya.

Selanjutnya, Asnawi memberitahukan temuan tersebut kepada warga sekitar. Tak lama kemudian, personel Polsek Tanah Jambo Aye tiba di lokasi untuk melakukan penyelidikan awal.

Berdasarkan hasil identifikasi ciri-ciri oleh warga dan pihak keluarga, dipastikan bahwa kerangka mayat tersebut merupakan korban yang hanyut saat banjir bandang dulu.

“Setelah dipastikan identitasnya, kerangka mayat langsung dievakuasi oleh personel bersama warga setempat dan dibawa ke rumah duka,” demikian AKP Agus Alfian Halomoan Lubis.


 



Pewarta: Rahmat Fajri
Editor : M Ifdhal

COPYRIGHT © ANTARA 2026