Lhokseumawe (ANTARA Aceh) - Ratusan hektar tanaman padi di Gampong (desa) Paya Dua Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh mengalami gagal panen akibat terlalu lama terendam banjir.
Geuchik (kepala desa) Paya Dua Tarmizi AR di Lhokseumawe, Selasa mengatakan gagal panen menyebabkan para petani mengalami kerugian besar, padahal tanaman padi hampir siap panen.
"Tanaman padi itu terlalu lama terendam oleh banjir sehingga tidak bisa tumbuh baik dengan baik. Padahal padi itu tidak lama lagi sudah dipanen. Kami para petani hanya bisa pasrah dan tidak tahu mau membuat apa lagi," ujar Tarmizi.
Tarmizi menambahkan, total luas sawah di desa tersebut mencapai 140 hektar, sekitar 90 persen rusak pasca terendam banjir dan hanya 10 persen saja kondisi padinya bagus.
Pada tahun 2016, para petani di desa setempat akan meninjau ulang jadwal untuk turun ke sawah untuk mengantisipasi terjadinya gagal panen.
Ia mengatakan para petani sangat mengharapkan bantuan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara agar sawah-sawah warga tidak ikut terendam pada musim hujan.
Geuchik (kepala desa) Paya Dua Tarmizi AR di Lhokseumawe, Selasa mengatakan gagal panen menyebabkan para petani mengalami kerugian besar, padahal tanaman padi hampir siap panen.
"Tanaman padi itu terlalu lama terendam oleh banjir sehingga tidak bisa tumbuh baik dengan baik. Padahal padi itu tidak lama lagi sudah dipanen. Kami para petani hanya bisa pasrah dan tidak tahu mau membuat apa lagi," ujar Tarmizi.
Tarmizi menambahkan, total luas sawah di desa tersebut mencapai 140 hektar, sekitar 90 persen rusak pasca terendam banjir dan hanya 10 persen saja kondisi padinya bagus.
Pada tahun 2016, para petani di desa setempat akan meninjau ulang jadwal untuk turun ke sawah untuk mengantisipasi terjadinya gagal panen.
Ia mengatakan para petani sangat mengharapkan bantuan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara agar sawah-sawah warga tidak ikut terendam pada musim hujan.
Pewarta: Pewarta : MukhlisUploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026