Meulaboh (ANTARA Aceh) - Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh melakukan penanaman serentak 7.700 bibit pohon produktif sebagai dukungan program peningkatan perubahan iklim dan mencegah banjir melanda kawasan itu.
Bupati Aceh Barat H T Alaidinsyah di Meulaboh, Senin mengatakan dengan strategi percepatan rehabilitasi hutan dan lahan dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat itu diyakini dapat mengembalikan ekosistem dan kondisi lingkungan yang sudah gersang pascatsunami 2004.
"Kondisi lingkungan penghijauan Aceh Barat saat ini sudah gersang akibat tsunami. Dengan adanya tanam tumbuhan pohon hari ini mudah-mudahan bisa bermanfaat, disamping sebagai dukungan terhadap program pemerintah pusat," katanya.
Hal itu disampaikan disela-sela kegiatan memperingati Hari Menanam Pohon Nasional (HMPN) dan Bulan Menanam Nasional (BMN) serta Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) 2015 Pemerintah Kabupaten Aceh Barat di komplek Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 5 Meulaboh.
Acara ini turut dihadiri unsur muspida, muspida plus, Kapolres, penjabat Polri dan TNI, petani, para penyuluh, tokoh agama, dan ratusan pelajar Aceh Barat serta Ny Hj Herliani, dia menyarankan aparatur desa memanfaatkan Alokasi Dana Desa (ADD) 2016 untuk program penghijauan.
Alaidinsyah memintakan seluruh masyarakat maupun instansi terkait untuk dapat merawat dan menjaga serta memberikan pupuk tanaman. Demikian halnya sekolah, perkantoran, puskesmas, pesantren maupun di rumah masyarakat.
"Disamping ini merupakan program penghijauan lingkungan, upaya ini juga menjadi alternatif mengantisipasi banjir yang terus-terusan melanda daerah kita. Salah satu penyebab banjir juga karena kondisi daerah sudah kekurangan pohon yang dapat menyerap air," sebutnya.
Lebih lanjut dikatakan, hutan sangat penting sebagai pilar penyangga kehidupan, pilar pengawetan dan pilar pemanfaatan untuk generasi sekarang dan yang akan datang, keberadaan hutan haruslah dilindungi apalagi itu merupakan amanah undang-undang.
Kegiatan yang bertema "Ayo selamatkan Puspa dan Satwa sebagai penyangga kehidupan, mulai dari lingkungan kita" itu diharapkan, menjadi langkah strategis seluruh komponen mencegah terjadinya bencana alam banjir dan tanah longsor.
Melalui peringatan hari besar nasional demikian menurut Alaidinsyah, menjadi media kampanye sekaligus himbauan kepada seluruh masyarakat untuk menjaga dan melestarikan keanekaragaman hayati dan ekosistem hutan sebagai aset tak ternilai.
Sementara itu Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Kadishutbun) Aceh Barat Ir Nasrita menambahkan, sepanjang dua tahun terakhir pemda setempat telah menyalurkan tanaman produktif 23 ribu bibit pohon secara bertahap diantaranya pohon mangga, rambutan, sawo, jambu dan pohon langsat.
"Sudah ada 23 Ribu bibit pohon secara bertahap kita salurkan ke rumah-rumah masyarakat dan langkah ini sudah berjalan selama dua tahun. Apalagi Meulaboh lingkungan mulai gersang maka dari itu langkah tanam pohon ini sangat membantu," katanya menambahkan.
Bupati Aceh Barat H T Alaidinsyah di Meulaboh, Senin mengatakan dengan strategi percepatan rehabilitasi hutan dan lahan dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat itu diyakini dapat mengembalikan ekosistem dan kondisi lingkungan yang sudah gersang pascatsunami 2004.
"Kondisi lingkungan penghijauan Aceh Barat saat ini sudah gersang akibat tsunami. Dengan adanya tanam tumbuhan pohon hari ini mudah-mudahan bisa bermanfaat, disamping sebagai dukungan terhadap program pemerintah pusat," katanya.
Hal itu disampaikan disela-sela kegiatan memperingati Hari Menanam Pohon Nasional (HMPN) dan Bulan Menanam Nasional (BMN) serta Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) 2015 Pemerintah Kabupaten Aceh Barat di komplek Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 5 Meulaboh.
Acara ini turut dihadiri unsur muspida, muspida plus, Kapolres, penjabat Polri dan TNI, petani, para penyuluh, tokoh agama, dan ratusan pelajar Aceh Barat serta Ny Hj Herliani, dia menyarankan aparatur desa memanfaatkan Alokasi Dana Desa (ADD) 2016 untuk program penghijauan.
Alaidinsyah memintakan seluruh masyarakat maupun instansi terkait untuk dapat merawat dan menjaga serta memberikan pupuk tanaman. Demikian halnya sekolah, perkantoran, puskesmas, pesantren maupun di rumah masyarakat.
"Disamping ini merupakan program penghijauan lingkungan, upaya ini juga menjadi alternatif mengantisipasi banjir yang terus-terusan melanda daerah kita. Salah satu penyebab banjir juga karena kondisi daerah sudah kekurangan pohon yang dapat menyerap air," sebutnya.
Lebih lanjut dikatakan, hutan sangat penting sebagai pilar penyangga kehidupan, pilar pengawetan dan pilar pemanfaatan untuk generasi sekarang dan yang akan datang, keberadaan hutan haruslah dilindungi apalagi itu merupakan amanah undang-undang.
Kegiatan yang bertema "Ayo selamatkan Puspa dan Satwa sebagai penyangga kehidupan, mulai dari lingkungan kita" itu diharapkan, menjadi langkah strategis seluruh komponen mencegah terjadinya bencana alam banjir dan tanah longsor.
Melalui peringatan hari besar nasional demikian menurut Alaidinsyah, menjadi media kampanye sekaligus himbauan kepada seluruh masyarakat untuk menjaga dan melestarikan keanekaragaman hayati dan ekosistem hutan sebagai aset tak ternilai.
Sementara itu Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Kadishutbun) Aceh Barat Ir Nasrita menambahkan, sepanjang dua tahun terakhir pemda setempat telah menyalurkan tanaman produktif 23 ribu bibit pohon secara bertahap diantaranya pohon mangga, rambutan, sawo, jambu dan pohon langsat.
"Sudah ada 23 Ribu bibit pohon secara bertahap kita salurkan ke rumah-rumah masyarakat dan langkah ini sudah berjalan selama dua tahun. Apalagi Meulaboh lingkungan mulai gersang maka dari itu langkah tanam pohon ini sangat membantu," katanya menambahkan.
Pewarta: Pewarta : AnwarUploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.