Meulaboh (ANTARA Aceh) - Anggota Dewan Perwakilan Derah Repuplik Indonesia (DPD-RI) Sudirman menyatakan warga di Kecamatan Woyla Timur, Kabupaten Aceh Barat, masih terisolir, karena jembatan yang menghubungkan ke daerah mereka rusak akibat diterjang banjir di penghujung 2015.
"Pemerintah harus segera membangun kembali jembatan ini, kita akan mengawal pengajuan Pemkab Aceh Barat agar lebih serius dengan menyampaikan kondisi sesungguhnya dari apa yang kita lihat," katanya di Meulaboh, Aceh Barat, Selasa.
Anggota DPD asal Aceh ini menyampaikan, akibat banjir melanda kawasan itu satu unit jembatan gantung penghubung sejumlah desa terputus di Kecamatan Woyla Timur, kondisi tersebut membuat masyarakat sengsara.
Selain menganggu roda perekonomian masyarakat pedalaman, hal miris lagi adalah jembatan tersebut merupakan sarana utama sebagai jalan alternatif para pelajar yang menuntut ilmu di sekolah-sekolah.
Sudirman yang akrap dikenal sebagai komedian Aceh sebagai "Haji Uma" ini memintakan Pemkab Aceh Barat segera mengajukan anggaran kebutuhan pembangunan jembatan tersebut kepada pemerintah pusat sebagai bahan pertimbangan.
"Seperti kita dengar langsung, anak-anak mereka sekolah disana, sawah diseberang sana, bahkan belanja untuk kebutuhan makanpun mereka harus menyeberang ke Woyla Timur, ini harus segera ditanggani," tegasnya.
Satu unit jembatan gantung Cot Punti, di Woyla Timur hancur diterjang banjir kiriman pada pertengahan Desember 2015, akibatnya lima desa dalam kecamatan Woyla Induk hingga kini masih terisolir seperti Desa Panton, Pasi Birah, Cot Situak, Alue Sundak, Teumarom Dan Jawi.
Menurut Sudirman, untuk menormalkan kembali aktivitas masyarakat secara darurat harus disediakan satu unit getek (rakit) penyeberangan, secara pribadi dirinya menyerahkan bantuan senilai Rp15 juta kepada pihak desa setempat.
Kata dia, uang tersebut merupakan sumbangan dari rekan-rekan anggota DPD RI di Jakarta untuk korban banjir Aceh Barat, dengan harapan dana itu dapat segera digunakan untuk penangganan darurat pasca banjir.
"Kita hanya bisa bantu Rp15 juta untuk pengadaan getek. Harapan kami jika dana kurang pemerintah lima desa bisa mengupayakan lewat dana desa, atau pemerintah kabupaten untuk segera," katanya menambahkan.
Penyerahan bantuan uang tunai tersebut diterima Geuchik Panton, Kecamatan Woyla Induk Burdan serta disaksikan warga sekitar. Sebelumnya pemerintah melalui BPBD Aceh Barat juga berencana membuat rakit terbuat dari drum namun masyarakat masih menanti tidak kunjung tiba.
"Pemerintah harus segera membangun kembali jembatan ini, kita akan mengawal pengajuan Pemkab Aceh Barat agar lebih serius dengan menyampaikan kondisi sesungguhnya dari apa yang kita lihat," katanya di Meulaboh, Aceh Barat, Selasa.
Anggota DPD asal Aceh ini menyampaikan, akibat banjir melanda kawasan itu satu unit jembatan gantung penghubung sejumlah desa terputus di Kecamatan Woyla Timur, kondisi tersebut membuat masyarakat sengsara.
Selain menganggu roda perekonomian masyarakat pedalaman, hal miris lagi adalah jembatan tersebut merupakan sarana utama sebagai jalan alternatif para pelajar yang menuntut ilmu di sekolah-sekolah.
Sudirman yang akrap dikenal sebagai komedian Aceh sebagai "Haji Uma" ini memintakan Pemkab Aceh Barat segera mengajukan anggaran kebutuhan pembangunan jembatan tersebut kepada pemerintah pusat sebagai bahan pertimbangan.
"Seperti kita dengar langsung, anak-anak mereka sekolah disana, sawah diseberang sana, bahkan belanja untuk kebutuhan makanpun mereka harus menyeberang ke Woyla Timur, ini harus segera ditanggani," tegasnya.
Satu unit jembatan gantung Cot Punti, di Woyla Timur hancur diterjang banjir kiriman pada pertengahan Desember 2015, akibatnya lima desa dalam kecamatan Woyla Induk hingga kini masih terisolir seperti Desa Panton, Pasi Birah, Cot Situak, Alue Sundak, Teumarom Dan Jawi.
Menurut Sudirman, untuk menormalkan kembali aktivitas masyarakat secara darurat harus disediakan satu unit getek (rakit) penyeberangan, secara pribadi dirinya menyerahkan bantuan senilai Rp15 juta kepada pihak desa setempat.
Kata dia, uang tersebut merupakan sumbangan dari rekan-rekan anggota DPD RI di Jakarta untuk korban banjir Aceh Barat, dengan harapan dana itu dapat segera digunakan untuk penangganan darurat pasca banjir.
"Kita hanya bisa bantu Rp15 juta untuk pengadaan getek. Harapan kami jika dana kurang pemerintah lima desa bisa mengupayakan lewat dana desa, atau pemerintah kabupaten untuk segera," katanya menambahkan.
Penyerahan bantuan uang tunai tersebut diterima Geuchik Panton, Kecamatan Woyla Induk Burdan serta disaksikan warga sekitar. Sebelumnya pemerintah melalui BPBD Aceh Barat juga berencana membuat rakit terbuat dari drum namun masyarakat masih menanti tidak kunjung tiba.
Pewarta: Pewarta : AnwarUploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.