Meulaboh (ANTARA Aceh) - Tebing penahan timbunan pembangunan abutment jembatan Ulee Raket, Kecamatan Kaway XVI, Kabupaten Aceh Barat, roboh ke dalam sungai karena tidak mampu menahan beban atas badan jalan atas jembatan.

Ketua DPRK Aceh Barat Ramli di Meulaboh, Kamis mengatakan, pekerjaan pembangunan kepala jembatan itu diduga tidak sesuai volume pekerjaan sehingga baru selesai lima hari sudah roboh dan ambruk ke dalam sungai setempat.

"Ini aneh, baru siap dikerjakan lima hari sudah roboh, ini kan mubazir, anggaran APBA 2016 sampai Rp4 miliar terbuang sia-sia. Kontraktor harus bertanggung jawab untuk menyelesaikan ini,"tegasnya kepada wartawan.

Jembatan tersebut menghubungkan Kecamatan Kaway XVI-Pante Cereumen, Kabupaten Aceh Barat, sebelumnya jembatan itu sudah rusak diterjang ganasnya aliran sungai saat banjir, kemudian pemerintah menganggarkan dana untuk perbaikan.

Proyek tersebut selama ini telah menjadi sorotan anggota dewan dalam setiap pembahasan penyampaian pandangan umum karena pekerjaan itu tidak kunjung usai, sementara masyarakat sangat membutuhkan agar segara dapat digunakan.

Ramli, SE menegaskan, bangunan tebing penahan timbunan abutment jembatan tersebut terbuat dari pasak bumi agar daya tahan lebih kuat ketika dilanda banjir, namun sangat disayangkan hanya dilintasi kendaraan tanggul pasak bumi itu ambruk.

"Jembatan ini tumpuan masyarakat seluruh desa dalam kecamatan Pante Cereumen. Ini akses utama menuju ke sana, jadi sudah seharusnya pembangunan dilakukan lebih serius. Kalau saya perhatikan pekerjaan ini "cilet-cilet" (asal-asalan),"tegasnya.

Lebih lanjut disampaikan, kontraktor pelaksana dan konsultan perencanaan proyek jembatan Ulee Raket itu harus melaksanakan pekerjaan secara bertanggung jawab dengan mempedomani draf volume pekerjaan sehingga tidak asal siap.

Pembangunan jembatan tersebut mengunakan dana APBA 2016 untuk penanganan pasca banjir, sebab jembatan tersebut telah berkali-kali rusak kemudian diperbaiki, namun kontruksi perbaikan ternyata belum begitu maksimal.

Sementara itu Nurhasmida (42) salah seorang warga Desa Sawang Teubee yang cukup dekat dengan jembatan itu menyampaikan, robohnya tebing abutment jembatan itu baru terlihat sekitar lima hari terakhir saat sudah bisa dilintasi kendaraan.


Pewarta: Anwar
Uploader : Salahuddin Wahid

COPYRIGHT © ANTARA 2026