Meulaboh (ANTARA Aceh) - Sebagian umat muslim di Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh tidak berhasil melihat anak bulan (hilal) sehingga untuk puasa Ramadhan 1438 Hijiriah/2017 Masehi jatuh pada hari Minggu 28 Mei 2017.

Rukyatul hilal Aceh Barat bersama tim Badan Hisab dan Rukyah (BRH) di Pantai Desa Suak Geudebang, Kecamatan Samatiga, Jumat (26/5) petang bersama tim pemerintah seperti Kementerian Agama, Mahkamah Syariah serta ulama dayah.

"Rukyatul hilal kita bersama dengan para ulama dayah, baik menggunakan teropong teleskop maupun dengan kasat mata, namun hingga mata hari terbenam, hilal tidak terlihat,"kata Ketua Mahkamah Syariah, Kabupaten Aceh Barat, Juwaini.

Ia menyatakan, meskipun hilal tidak terlihat, namun Pemerintah Kabupaten Aceh Barat tetap mengumumkan awal puasa atau 1 Ramadhan 1438 Hijriah/2017 Masehi jatuh pada Sabtu (27/5) sesuai denga keputusan Menteri Agama RI dalam sidang Istbat.

Dalam pengamatan hilal bersama semua unsur tokoh di Aceh itu disampaikan, posisi bulan berada di 8 derajat 27 menit, setelah itu pihaknya juga melakukan sidang istbat atau sidang penetapan untuk menentukan 1 Ramadhan 1438 Hijriah.

Sementara itu, tokoh ulama dayah Serambi Aceh Tgk Abdullah menambahkan, sidang istbat tersebut untuk menyampaikan kesaksian guna diambil satu keputusan bersama, semua saksi menyatakan tidak melihat hilal, bahkan juga beberapa kabupaten tetangga.

"Mulai berpuasa bila melihat anak bulan, itulah yang menjadi dasar pendapat ulama kami, demikian juga saat berlebaran harus melihat hilal, bila tertutup awan maka petunjuknya adalah harus menyempurnakan bilangan bulan Syakban," sebutnya.

Terkait dengan telah diumumkannya jatuh 1 Ramadhan 1438 Hijriah secara nasional maupun regional, pemerintah bermaksud untuk menyatukan umat muslim berpuasa serentak, sementara kalangan ulama dayah lebih memilih mengacu pada keyakinan.

Pantauan di seputar wilayah Kota Meulaboh, banyak masjid yang sudah melaksanakan shalat tarawih, hanya beberapa masjid yang batal melakukan shalat taraweh berjamaah ketika ratusan umat muslim sudah menanti, seperti di Masjid Babussalam Meulaboh.

Kondisi serupa juga terjadi di beberapa daerah kawasan pesisir pantai Barat Selatan Aceh (Barsela), dimana lokasi tempat pemantauan hilal secara tradisional bersama unsur pemerintah dan ulama dayah tidak berhasil melihat hilal.

Tgk Husaini, salah seorang tokoh agama di Kecamatan Labuhan Haji Barat yang dihubungi menyatakan, umumnya kalangan ulama dayah bersama santri di daerah mereka belum melaksanakan ibadah shalat tarawih dan tidak berpuasa pada Sabtu.

"Karena hilal memang belum terlihat di beberapa tempat lokasi pemantauan ulama dayah di Labuhan Haji, jadi kami di sini belum shalat tawarih karena 1 Ramadhan 1438 Hijriah jatuh pada hari Minggu 28 Mei 2017," katanya.



Pewarta: Anwar
: Salahuddin Wahid

COPYRIGHT © ANTARA 2026