Banda Aceh (ANTARA) - Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKBN) Aceh mengintensifkan edukasi kesehatan reproduksi kepada kalangan remaja di provinsi ujung barat Indonesia tersebut.

Kepala Perwakilan BKKBN Aceh, Safrina Salim di Banda Aceh, Minggu, mengatakan edukasi kesehatan reproduksi harus disampaikan secara tepat, terbuka, dan sesuai perkembangan zaman.

"Kami terus mengintensifkan edukasi kesehatan reproduksi, terutama kepada kalangan remaja. Edukasi ini penting agar para remaja memahami kesehatan reproduksi," katanya.

Menurut dia, kalangan remaja hari ini hidup di tengah arus informasi yang sangat cepat. Oleh karena itu, mereka perlu dibekali pemahaman yang benar tentang kesehatan reproduksi.

"Selain itu, mereka juga perlu diberi pemahaman perencanaan masa depan, dan keterampilan hidup agar mampu mengambil keputusan yang sehat, bertanggung jawab, dan tidak mudah terpengaruh lingkungan negatif," kata Safrina Salim.

Sebelumnya, Perwakilan BKKBN Aceh menggelar edukasi kesehatan reproduksi melalui penguatan Forum GenRe dan Pusat Informasi dan Konseling Remaja di Kota Langsa. Kegiatan tersebut menyasar remaja hingga koordinator penyuluh keluarga berencana.

Materi edukasi disampaikan dengan metode belajar sambil bermain menggunakan alat permainan edukatif kesehatan reproduksi, kata Safrina Salim.

Edukasi interaktif ini membuat peserta lebih mudah memahami isu, perbedaan gender dan jenis kelamin, pencegahan kehamilan tidak diinginkan, pernikahan dini, hingga stunting.

"Edukasi yang intensif ini diharapkan mampu menekan angka kelahiran di kalangan remaja, memperkuat perilaku positif, serta mendorong generasi muda lebih bijak mengambil keputusan bagi masa depannya," kata Safrina Salim.

Baca juga: BKKBN Aceh dorong pengembangan sekolah lansia di Nagan Raya Aceh



Pewarta: M.Haris Setiady Agus
Editor : Febrianto Budi Anggoro

COPYRIGHT © ANTARA 2026