Banda Aceh (ANTARA) - Anggota DPD RI RI asal Aceh Sudirman Haji Uma meminta Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk mengendalikan media sosial dari ujaran kebencian agar moral anak bangsa tidak terdegradasi, terutama di daerah-daerah.

"Kita berharap Komdigi membentuk pengendalian media sosial di daerah, baik dari ujaran kebencian hingga pornografi yang masih marak terjadi," kata Sudirman Haji Uma dalam keterangannya, di Banda Aceh, Rabu.

Haji Uma mengapresiasi langkah positif yang telah dilakukan Kementerian Komdigi selama ini, tetapi perlu dilakukan penyempurnaan kebijakan agar lebih menyentuh aspek sosial, moral, serta keadilan informasi di daerah.

Ia menilai, kebijakan utama Komdigi yang mengusung tiga aspek yakni terhubung, tumbuh, dan terjaga, merupakan arah baik. Tetapi, pendekatan tersebut perlu diperdalam sehingga tidak hanya bersifat kontekstual, melainkan konseptual dan menyentuh nilai dasar kehidupan bermasyarakat.

Baca: Wamen Komdigi: Rata-rata uptime di Aceh capai 92 persen pascabencana

Haji Uma menegaskan, pembangunan sistem komunikasi nasional tidak semestinya hanya bertumpu pada kekuatan finansial dan kemajuan teknologi, tetapi juga harus berpijak pada nilai-nilai moralitas, agama, budaya, serta ideologi Pancasila.

“Ruang digital diisi oleh masyarakat dengan moralitas, kultur, dan budaya. Karena itu, penguatan nilai moral sesuai Pancasila menjadi hal yang penting,” ujarnya.

Kemudian, Haji Uma menyoroti maraknya penyalahgunaan ruang digital yang berdampak pada degradasi moral, seperti konten pornografi, ujaran kebencian, caci maki, hingga fitnah yang tersebar luas di berbagai platform media sosial. 

"Kondisi ini menjadi tantangan serius, khususnya di daerah yang memiliki kekhasan nilai budaya dan syariat," katanya.

Menurutnya, literasi digital perlu dibangun dengan pendekatan yang lebih komprehensif, tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga terhadap penguatan nilai budaya, agama, dan etika dalam berkomunikasi.



Pewarta: Rahmat Fajri
Editor : M.Haris Setiady Agus
COPYRIGHT © ANTARA 2026