Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Indonesia menangguhkan pembahasan apapun terkait Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP), akibat kondisi perang Iran yang diawali dengan serangan Israel dan dibackup Amerika Serikat.
"Segala pembahasan dengan BoP saat ini ditangguhkan atau, istilahnya, ‘on-hold’,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Yvonne Mewengkang dalam taklimat media di Jakarta, Jumat.
Pemerintahan Presiden Prabowo tengah mendapat sorotan dari publik di dalam negeri, untuk segera keluar dari BOP. Serangan AS dan Israel ke Iran mengungatkan tuntutan tersebut.
Baca juga: "Panic Buying" BBM, Antrean panjang di SPBU Banda Aceh Usai Pernyataan Stok Nasional 20 Hari
Yvonne beralasan, langkah 'on hold' diambil karena perhatian Indonesia adalah memantau perkembangan dinamika konflik Iran dan regional serta memastikan keselamatan WNI di sana.
Menurut dia, pemerintah menyiapkan langkah-langkah antisipatif dalam menghadapi eskalasi perang demi keselamatan WNI yang ada di Timur Tengah.
Keikutsertaan Indonesia di BoP akan didasarkan pada kepentingan nasional, pertimbangan politik luar negeri bebas-aktif, serta perkembangan situasi di lapangan.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto disebut menghargai berbagai masukan dan kritik terkait usulan agar Indonesia menangguhkan atau bahkan mengakhiri keanggotaannya di Dewan Perdamaian.
Posisi pemerintah saat ini adalah menjadikan badan tersebut sebagai bagian dari ikhtiar diplomasi Indonesia dalam mendorong terciptanya perdamaian di Palestina, kata dia.
Baca juga: Dituduh jadi milisi Israel, Partai oposisi Kurdi nyatakan tidak akan serang Iran
Pewarta: Nabil IhsanEditor : Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026