Nagan Raya (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh mulai melakukan pendataan terhadap pelaku usaha yang terdampak bencana alam banjir bandang yang terjadi pada Rabu, 26 November 2025 lalu, sebagai calon penerima program usaha ekonomi produktif (UEP) dari pemerintah.

“Pendataan ini sebagai upaya untuk mendukung pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat miskin, dan masyarakat rentan yang memiliki usaha namun terdampak bencana hidrometeorologi,” kata Kepala Dinas Sosial Kabupaten Nagan Raya, Teuku John Merly Betra kepada ANTARA, Sabtu.

Ia mengatakan pendataan tersebut juga sebagai dasar pemerintah dalam melaksanakan program Usaha Ekonomi Produktif (UEP) di Provinsi Aceh, termasuk di Kabupaten Nagan Raya, karena daerah ini merupakan salah satu kabupaten yang terkena bencana alam banjir bandang.


Baca juga: Pemkab Nagan Raya Aceh apresiasi BNPB percepat bangun 674 unit huntara
 

Teuku John Merly menyebutkan ada pun jenis usaha yang saat ini sedang dilakukan pendataan oleh petugas dari Dinas Sosial Kabupaten Nagan Raya bersama Tagana diantaranya, masyarakat miskin dan rentan miskin berdasarkan DTSEN desil 1–5, masyarakat terdampak bencana Hidrometeorologi.

Kemudian kepala keluarga atau anggota keluarga usia produktif (18–59 tahun), memiliki usaha kecil yang sudah berjalan atau rencana usaha yang jelas, memiliki motivasi dan komitmen mengembangkan usaha.

Calon penerima bantuan  usaha ekonomi produktif tersebut nantinya bersedia mengikuti pelatihan, pendampingan, dan monitoring dari petugas pemerintah, serta tidak sedang menerima bantuan usaha sejenis dari program lain pada tahun berjalan.

Dia mengatakan calon penerima bantuan yang sedang dilakukan pendataan tersebut, diutamakan perempuan kepala keluarga, penyandang disabilitas, dan keluarga rentan dan berdomisili dan ber-KTP Nagan Raya, serta usulan calon penerima yang sudah di verifikasi dan diusulkan oleh Dinas Sosial Kabupaten Nagan Raya.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh memastikan sebanyak 25.608 jiwa atau 8.325 KK di daerah setempat terdampak banjir bandang yang terjadi pada Rabu (26/11/2025) lalu.

Bencana banjir bandang di Nagan Raya, Aceh, juga menyebabkan korban hilang sebanyak tiga orang dan korban meninggal dunia 1 orang.

Selain itu, jumlah fasilitas umum dan infrastruktur yang mengalami kerusakan baik rusak berat, sedang maupun ringan akibat banjir bandang di Nagan Raya, Aceh meliputi 29 kantor, tiga rumah ibadah, 12 dayah/pesantren tradisional.

Kemudian 46 sekolah dan 4 fasilitas pelayanan kesehatan. Selain itu, telah didata pula 7 titik jalan dan tiga unit jembatan putus.

Sedangkan jumlah rumah yang terdampak bencana banjir bandang meliputi 1.807 unit terdiri dari 487 unit rumah dilaporkan rusak berat, 283 unit rumah dalam kondisi rusak sedang, serta rusak ringan sebanyak 1.043 unit rumah.


Baca juga: 23 satuan pendidikan di Nagan Raya sudah beraktivitas pascabencana



Pewarta: Teuku Dedi Iskandar
Editor : Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026