Simeulue (ANTARA) - Kepolisian Resor (Polres) Simeulue menyelidiki dugaan pembakaran rumah warga di Desa Tanjung Raya, Kecamatan Teluk Dalam, Kabupaten Simeulue, Provinsi Aceh.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Simeulue Ipda Muhammad Kautsar di Simeulue, Sabtu, mengatakan rumah yang terbakar tersebut milik Ralimansia. Kebakaran rumah tersebut pada malam Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah.
"Kepolisian sedang menyelidiki dugaan pembakaran rumah tersebut. Penyelidikan untuk mengungkap apakah kebakaran disengaja dilakukan orang lain atau tidak," kata Muhammad Kautsar.
Dalam penyelidikan tersebut, kata dia, pihaknya juga memanggil dan meminta keterangan sejumlah orang guna mengumpulkan informasi serta bukti-bukti di lapangan.
"Beberapa orang saksi masih dalam tahap pemeriksaan guna mengungkap motif dugaan pembakaran rumah tersebut. Tim juga sudah melakukan olah tempat kejadian perkara atau TKP," kata Muhammad Kautsar.
Sebelumnya, Ralimansia, pemilik rumah, mengungkapkan tempat tinggalnya tersebut terbakar pada Sabtu (22/4) dini hari. Malam itu, Ralimansia bersama suami dan tiga anaknya sedang tidur.
Ralimansia terbangun ketika merasakan suhu panas dan mendapati api telah menjalar ke bagian dinding rumah. Kemudian, Ralimansia sekeluarga keluar rumah menyelamatkan diri.
Baca: Polres Simeulue selidiki kasus kematian pria paruh baya
"Saya menduga rumah kami dibakar orang. Saya sudah menetap di rumah tersebut selama 18 tahun. Saya tidak mengerti apa kesalahan saya hingga rumah saya dibakar," katanya.
Ralimansia yang mengaku pernah menjadi tenaga pendidik tersebut mencurigai beberapa orang yang diduga membakar rumahnya. Sebelumnya insiden pembakaran, rumahnya juga sempat dilempari benda yang diduga bom molotov, meski tidak sampai memicu kebakaran.
"Sebelumnya, saya dan keluarga menerima ancaman bunuh. Anak-anak saya trauma atas kejadian itu. Kasus ini sudah saya laporkan ke polisi. Kami berharap polisi mengusut tuntas pembakaran ini serta memberi perlindungan kepada saya dan keluarga," kata Ralimansia.
Sementara itu, Kepala Desa Tanjung Raya Hasmin mengatakan informasi awal yang diterima menyebutkan dugaan pembakaran karena itu isu praktik dukun.
"Saya baru mengetahui isu tersebut setelah rumah terbakar. Sebelumnya, saya belum pernah mendengar kabar soal isu praktik dukun tersebut," kata Hasmin.
Pada malam kejadian, kata dia, dirinya pulang setelah melaksanakan takbiran. Kemudian, dirinya menerima telepon ada rumah terbakar sekira pukul 12 malam.
"Saya langsung ke lokasi, melihat rumah tersebut telah terbakar. Kemudian, saya segera berkoordinasi dengan aparat keamanan terkait kejadian itu," kata Hasmin.
Baca: Polres Simeulue beri layanan kesehatan gratis kepada santri
Pewarta: Ade IrwansahEditor : M.Haris Setiady Agus
COPYRIGHT © ANTARA 2026