Banda Aceh (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Aceh Besar pada musim tanam gadu 2026 menargetkan luas tanam padi di daerah itu seluas 17.561 hektare dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan petani.
“Alhamdulillah, kita sudah mulai memasuki musim tanam gadu seiring telah dimulainya pembukaan pintu intake Bendung Daerah Irigasi (D.I) Krueng Aceh oleh Wakil Bupati Aceh Besar, Syukri A Jalil. Langkah ini menjadi sinyal dimulainya distribusi air ke areal persawahan petani di wilayah layanan irigasi,” kata Plt Kepala Dinas Pertanian Aceh Besar, M Ali, di Lambaro, Kamis.
Ia menjelaskan target penanaman padi pada musim tanam gadu tersebut tersebar di sejumlah kecamatan termasuk juga untuk daerah sawah tadah hujan yang diharapkan curah hujan tinggi sehingga tersedia air yang cukup.
Ia menyebutkan target produktivitas pada musim tanam gadu 2026 sebesar 6,7 ton per hektare, sementara tahun sebelumnya realisasi panen seluas 17.561 hektare karena saat itu ada penanaman padi gogo.
Lebih rinci ia menjelaskan lahan sawah irigasi teknis di Aceh Besar seluas 12.905 hektare dengan luas panen tahun 2025 seluas 17.561 hektare dari target pada periode tersebut 17.729 Ha.
Sementara itu Wakil Bupati Aceh Besar Syukri menegaskan bahwa ketersediaan air irigasi merupakan faktor krusial dalam mendukung produktivitas pertanian, khususnya dalam menghadapi musim tanam gadu yang menjadi salah satu siklus penting bagi petani padi.
“Pembukaan pintu intake ini menjadi langkah awal untuk memastikan distribusi air berjalan optimal. Kita berharap seluruh lahan pertanian di wilayah D.I Krueng Aceh dapat teraliri dengan baik sehingga petani bisa memulai tanam secara serentak,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antar instansi serta peran aktif petani dalam menjaga keberlangsungan sistem irigasi.
"Pengelolaan air yang baik dan berkelanjutan menjadi kunci dalam menjaga stabilitas produksi pangan daerah," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Aceh Besar, Syahrial Amanullah, memastikan kondisi jaringan irigasi dalam keadaan siap dialiri air dan pihaknya akan terus memantau guna mengantisipasi potensi gangguan teknis selama masa tanam berlangsung.
"Dimulainya musim tanam gadu 2026 ini diharapkan mampu meningkatkan hasil produksi pertanian di Aceh Besar serta memperkuat kontribusi daerah dalam menjaga ketahanan pangan di tingkat regional maupun nasional," demikian Syahrial.
Pewarta: M IfdhalEditor : Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026