Banda Aceh (ANTARA) - Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sabang, Aceh melakukan edukasi dan sosialisasi terkait tugas dan fungsi keimigrasian, kewaspadaan, bahaya serta upaya pencegahan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) bagi pelajar di SMA Negeri 2 Sabang.

"Melalui edukasi ini, diharapkan para siswa memiliki benteng pertahanan mental yang kuat sebelum memasuki dunia kerja atau melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi," kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sabang, Muchsin Miralza, di Sabang, Rabu.

Muchsin menyampaikan, kegiatan dilaksanakan dalam rangka memberikan pemahaman dini kepada generasi muda mengenai modus operandi perdagangan manusia yang kian marak. Sekaligus mengenalkan peran strategis imigrasi sebagai penjaga pintu gerbang negara.

Baca juga: Penyalahgunaan izin tinggal, Imigrasi Sabang deportasi empat WNA dari negara berbeda
 

Dirinya menuturkan, pelajar merupakan kelompok usia produktif yang sangat rentan menjadi sasaran empuk jaringan perdagangan orang di berbagai belahan dunia.

Menurutnya, sindikat internasional seringkali memanfaatkan kepolosan dan semangat tinggi anak muda untuk mencari pengalaman di luar negeri dengan cara-cara manipulatif.

"Oleh karena itu, kehadiran Imigrasi di sekolah menjadi langkah preventif yang krusial untuk memutus rantai perdagangan manusia sejak dari akar lingkup pendidikan," ujarnya.

Muchsin menegaskan, sosialisasi ini bukan hanya sekedar tugas rutin, melainkan upaya Imigrasi melindungi generasi penerus bangsa. Apalagi, saat ini, TPPO tidak hanya terjadi melalui jalur konvensional, tetapi sudah merambah ke ranah digital melalui tawaran kerja palsu di media sosial. 

Dalam kesempatan ini, dirinya juga mengingatkan bahwa paspor adalah dokumen negara yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab dan jangan pernah diserahkan kepada pihak yang tidak berwenang.

"Kami ingin memastikan siswa SMAN 2 Sabang memiliki bekal pengetahuan agar tidak menjadi korban berikutnya," tegas Muchsin Miralza.

Sementara itu, Wakil Kepala SMA Negeri 2 Sabang, Susi mengapresiasi inisiatif Imigrasi untuk mengedukasi pelajar di sana. Mengingat letak geografis Sabang yang strategis, maka pengawasan ekstra terhadap mobilitas orang sangat dibutuhkan.

"Dengan terlaksananya sosialisasi ini, Kantor Imigrasi Sabang berkomitmen untuk terus bersinergi dengan dunia pendidikan guna menciptakan generasi muda yang sadar hukum dan tanggap terhadap ancaman kejahatan transnasional," demikian Susi.

Kegiatan ini ditutup dengan sesi diskusi interaktif yang memberikan kesempatan bagi siswa untuk berkonsultasi mengenai prosedur pembuatan paspor yang benar serta cara melaporkan indikasi tindak pidana jika ditemukan di lingkungan sekitar


Baca juga: Imigrasi patroli laut Sabang, periksa kapal wisata yacht berbendera Jerman dan Australia



Pewarta: Rahmat Fajri
Editor : Febrianto Budi Anggoro

COPYRIGHT © ANTARA 2026