Banda Aceh (ANTARA) - Kepolisian RI Daerah (Polda) Aceh menegaskan pelayanan humanis pada saat aksi Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 yang digelar di provinsi ujung bara Indonesia tersebut.
Kapolda Aceh Irjen Pol Marzuki Ali Basyah di Banda Aceh, Kamis, mengatakan kehadiran Polri pada momentum May Day difokuskan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang menyampaikan aspirasi secara damai.
"Kami menegaskan komitmennya untuk memberikan pelayanan yang humanis, profesional, dan proporsional, serta menjamin kebebasan masyarakat dalam menyampaikan pendapat, sehingga peringatan May Day 2026 dapat berlangsung aman, tertib, dan kondusif," katanya.
Perwira tinggi Polda Aceh menekankan pentingnya pendekatan humanis saat pelayanan May Day, pengendalian emosi, serta larangan tindakan kekerasan dalam pelaksanaan tugas.
"Kami melayani, bukan sekadar mengamankan. Personel harus mampu menyesuaikan diri dengan situasi di lapangan, tetap tenang, dan bertindak sesuai aturan," kata Marzuki Ali Basyah.
Sebelumnya, Polda Aceh menggelar simulasi sistem pengamanan kota sebagai bentuk kesiapan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat pada peringatan Hari Buruh Internasional 2026.
Simulasi berlangsung di Lapangan Mapolda Aceh di Banda Aceh. Simulasi melibatkan ratusan personel gabungan dari Polda Aceh dan Polresta Banda Aceh.
Dalam simulasi tersebut, ditampilkan sejumlah skenario penanganan aksi unjuk rasa, mulai dari situasi kondusif, potensi provokasi, hingga eskalasi tinggi yang ditangani secara terukur dan sesuai prosedur.
Seluruh rangkaian simulasi menitikberatkan pada upaya pelayanan, negosiasi, dan pendekatan persuasif kepada massa, sebagai wujud pelayanan humanis kepada peserta aksi
Kapolda Aceh juga mengecek sarana dan prasarana pendukung, seperti kendaraan water cannon, mobil pemadam kebakaran, sepeda motor trail, serta perlengkapan pengendalian massa lainnya guna memastikan kesiapan operasional di lapangan.
Pewarta: M.Haris Setiady AgusEditor : M Ifdhal
COPYRIGHT © ANTARA 2026