Banda Aceh (ANTARA) - Banjir rob dan abrasi akibat gelombang pasang purnama air laut dan cuaca ekstrem yang terjadi sejak Jumat di Kecamatan Lapang Kabupaten Aceh Utara mengakibatkan rumah warga dan hunian sementara penyintas banjir ikut terendam.

“Berdasarkan laporan terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara, banjir rob dan abrasi masih menggenangi sebagian rumah warga dan hunian sementara di Kecamatan Lapang (Kuala Cangkoi, Kuala Keretou dan Matang Tunong), Seuneddon (Lhok Puuk dan Cot Puuk). Pak Bupati Ismail A Jalil telah meninjau langsung ke lokasi,” kata Juru Bicara Pemkab Aceh Utara, Muntasir Ramli saat dihubungi dari Banda Aceh, Senin.

Ia menjelaskan cuaca ekstrem dan gelombang laut tinggi telah menyebabkan banjir rob dan abrasi di sepanjang pantai yang turut berdampak pada hunian sementara (Huntara) badan jalan, area persawahan hingga infrastruktur publik.

Baca juga: 104 unit Huntap di Aceh Utara telah dihuni penyintas banjir

Selain di Kecamatan Lapang, banjir rob juga terjadi di Kecamatan Samudera di Gampong Sawang dan Blang Nibong, Kecamatan Muara Batu di Gampong Cot Seurani dan Bungkaih, Kecamatan Dewantara di Gampong Geulumpang Kuala Sulu Timur dan Bluka Teubai. Bencana tersebut mengakibatkan lahan pertanian rusak dan rumah warga juga terdampak.

Menurut dia untuk antisipasi bencana tersebut tidak terulang kembali, Pemerintah Aceh Utara mengusulkan pembangunan tanggul pemecah ombak di sepanjang pesisir pantai desa yang kerap terimbas banjir rob dan abrasi.

“Solusi jangka panjang pembangunan tanggul pemecah ombak. Kita akan diusulkan bersamaan dengan seluruh data kerusakan ke pemerintah pusat, melalui BNPB dan kementerian,” katanya.

Pemerintah Aceh Utara akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Aceh dan Pemerintah Pusat melalui BNPB dan instansi terkait untuk penanganan jangka panjang mengingat keselamatan warga adalah prioritas utama dan upaya  pencegahan harus segera dilakukan agar tidak ada korban jiwa akibat banjir susulan.

“Kami saat ini juga terus melakukan pendataan terkait dampak dari bencana banjir rob dan abrasi pantai tersebut,” katanya.

Baca juga: Jaga lingkungan, ini yang dilakukan Mahasiswa dan Pelajar Matangkuli



Pewarta: M Ifdhal
Editor : Febrianto Budi Anggoro

COPYRIGHT © ANTARA 2026