Banda Aceh (ANTARA) - Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) menyatakan bahwa kondisi geopolitik global khususnya konflik di wilayah Timur Tengah tidak berdampak secara langsung terhadap operasional minyak dan gas di Aceh.

"Meskipun tidak terdampak secara langsung, BPMA menyadari pentingnya berkontribusi terhadap ketahanan dan kemandirian energi nasional," kata Kapala BPMA, Nasri Djalal dalam keterangannya yang diterima di Banda Aceh, Kamis.

Pernyataan itu disampaikan  Nasri Djalal saat memaparkan materinya dalam kegiatan konvensi dan pameran Asosiasi Perminyakan Indonesia (IPA Convex 2026) ke 50 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Tangerang, Banten.

Dalam konteks ini, Nasri menegaskan bahwa BPMA beroperasi di sektor hulu, dengan fokus pada pengelolaan dan pengawasan kegiatan eksplorasi dan produksi. 

Meskipun BPMA tidak secara langsung terpapar dinamika pasar hilir seperti harga bahan bakar yang lebih cepat terdampak volatilitas global. Tetapi, tekanan eksternal tersebut tetap mempengaruhi ekosistem energi secara keseluruhan.

Karena itu, pihaknya terus berupaya memperkuat pengembangan sumber daya domestik, mempercepat eksplorasi guna menemukan cadangan baru, serta mempertahankan produksi dari lapangan yang sudah ada," ujarnya.

"Dengan memastikan aktivitas hulu tetap kuat dan efisien, kami ingin mengurangi kerentanan terhadap guncangan eksternal dan mendukung ketahanan energi jangka panjang," ujarnya.

Dirinya menuturkan, BPMA terus memainkan peran penting dalam menjaga stabilitas produksi. Berfokus pada revitalisasi lapangan tua melalui penerapan teknologi maju seperti enhanced oil and gas recovery, sekaligus mempercepat kegiatan eksplorasi serta pengembangan untuk mengimbangi penurunan produksi alami.

"Kemudian, pihaknya juga memastikan kepastian operasional bagi para kontraktor melalui koordinasi erat dengan pemerintah pusat maupun daerah," katanya.

Selain itu, Nasri juga menuturkan mengenai upaya menggaet investasi di tengah situasi konflik ini, maka yang dibutuhkan lebih dari sekedar potensi sumber daya, melainkan harus mampu menciptakan kepercayaan.

BPMA berkomitmen menawarkan skema fiskal yang kompetitif, memastikan kepastian regulasi, serta menyederhanakan proses perizinan. Serta memberikan jaminan bahwa investasi hulu di Aceh tetap aman, baik dari sisi stabilitas geopolitik maupun kondisi sosial.

Menjaga iklim investasi yang aman dan kondusif merupakan prioritas utama. BPMA sangat meyakini bahwa kolaborasi internasional sangat penting untuk dilaksanakan.

"Aceh bersama Indonesia siap menjadi bagian dari solusi global dalam mewujudkan masa depan energi yang aman dan berkelanjutan," demikian Nasri Djalal.


 



Pewarta: Rahmat Fajri
Editor : M Ifdhal

COPYRIGHT © ANTARA 2026