Banda Aceh (ANTARA) - Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) mengoptimalkan percepatan proses pengadaan barang dan jasa terhadap kegiatan usaha hulu migas di Aceh dengan menggandeng PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero).

"BPMA dan PT BKI sudah menandatangani kesepakatan untuk percepatan dan efektivitas pelaksanaan kegiatan industri hulu migas di Aceh," kata Kepala BPMA Nasri di Banda Aceh, Minggu.

Kerjasama dengan PT BKI, kata Nasri, juga menjadi bagian dari upaya mendorong sinergi antar lembaga dan  BUMN dalam menciptakan proses pengadaan lebih cepat, transparan, akuntabel, serta mengedepankan prinsip tata kelola yang baik (good governance).

Tak hanya pengadaan barang dan jasa, PT BKI juga siap mendukung penguatan teknis, konsultansi, verifikasi, serta pengembangan kompetensi dan layanan yang relevan dengan kebutuhan industri hulu migas Aceh.

Baca: BPMA punya empat peran strategis pengelolaan migas di offshore Aceh

Nasri berharap, kolaborasi ini dapat menjadi langkah konkret meningkatkan efisiensi proses bisnis di sektor hulu migas, khususnya dalam mendukung kelancaran pelaksanaan pengadaan barang dan jasa, serta meningkatkan keandalan operasi hulu migas guna mewujudkan kemandirian dan ketahanan energi. 

"Kami di BPMA berkomitmen untuk terus membangun kemitraan strategis yang memberikan nilai tambah nyata bagi industri dan masyarakat Aceh," ujar Nasri.

Sementara itu, Direktur Utama PT BKI, R Benny Susanto, menyatakan perusahaan untuk memberikan dukungan terbaik melalui kompetensi dan pengalaman yang dimiliki demi optimalnya industri migas Aceh.

"Perusahaan berkomitmen mendukung percepatan dan optimalisasi kegiatan operasional hulu migas di Aceh," demikian R Benny Susanto.

Baca: BPMA monitor titik semburan gas dan api dari sumur bor masyarakat di Aceh Utara



Pewarta: Rahmat Fajri
Editor : M.Haris Setiady Agus

COPYRIGHT © ANTARA 2026