Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Utara, Zulkarnaini kepada wartawan di Lhoksukon, menyebutkan, para siswa mengikuti ujian di sekolah masing-masing, setelah banjir yang melanda sekolah mereka surut.
Sebelumnya, sejumlah sekolah di Aceh Utara seperti di Kecamatan Lhoksukon, Pirak Timu dan Matang Kuli terpaksa menunda ujian karena sarana dan prasaran sekolah terendam banjir.
"Mereka mulai mengikuti ujian sejak hari ini dan akan berlangsung hingga Sabtu (16/12). Saat ini masih ada satu sekolah lagi, yakni SMPN 1 Baktiya Barat yang belum bisa mengikuti ujian, karena sekolah mereka masih terendam banjir," kata Zulkarnaini.
Menurut Zulkarnaini, para siswa-siswi di SMPN 1 Baktiya Barat yang belum bisa mengikuti ujian pada hari ini, maka ujiannya akan digelar lagi setelah sekolah mereka surut dari banjir.
Ia menambahkan, sebagian besar siswa di Aceh Utara yang tidak berdampak banjir telah mengikuti ujian semester ganjil sejak 4 Desember. Seharusnya dari jadwal yang ditelah ditentukan pihaknya, maka para siswa ini akan mengambil rapor pada 16 Desember 2017.
Dijelaskan, sekolah-sekolah yang mengikuti ujian hari ini di antaranya di UPTD PK Kecamatan Lhoksukon, yaitu SDN-24, SDN-25, SDN-1, SDN-2, SDN-8, SDN- 5, SDN-3, SDN-20, SDN-23, SDN-13.
Kemudian UPTD PK Kecamatan Syamtalira Aron, hanya SDN-9, selanjutnya di UPTD PK Kecamatan Cot Girek, yakni SDN-13 dan SMPN-2.
Kemudian sekolah di UPTD PK Kecamatan Matang Kuli, masing-masing SDN-6 dan SMPN-1, selanjutnya, SDN-1 dan SDN-3, keduanya berada di Kecamatan Pirak Timu.
Diberitakan sebelumnya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Utara terpaksa menunda ujian semester ganjil bagi sejumlah siswa-siswi SD dan SMP, karena banjir melanda sejumlah kecamatan di kabupaten tersebut pada pekan pertama di Desember 2017.
Pewarta: Zubir
COPYRIGHT © ANTARA 2026