Tuntutan tersebut dilontarkan dalam unjuk rasa di Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Aceh di Banda Aceh, Rabu.
Dalam aksi itu, massa mahasiswa mengusung poster bertuliskan mengecam kekerasan dan teror di Aceh.
Selain itu, massa mahasiswa juga menyanyikan lagu bersama dengan lirik "Pak Kapolda, Pak Kapolda jangan takut. Jangan jadi, jangan jadi yang pengecut".
"Kami mendesak Kapolda dan jajaran untuk menyelesaikan kekerasan dan di teror yang terjadi di Aceh. Pengusutan kekerasan sejak beberapa tahun. terakhir tidak pernah selesai," ketus seorang pengunjuk rasa dalam orasinya.
Menurut dia, selama ini kepolisian selalu merilis pelaku kekerasan dan teror adalah orang tidak dikenal atau OTK. Begitu juga siapa dalang di balik kekerasan dan teror yang terjadi, tidak pernah diungkap.
"Kalau tidak mampu, enyah saja dari Aceh. Kalau Kapolda tidak mampu, maka kami punya solusi. Kami bisa menyelesaikan masalah ini. Kami dan rakyat hanya ingin hidup tenang," tandas orator tersebut.
Menurut dia lagi, kalau kekerasan dan teror terus berlangsung dan polisi tidak berhasil mengungkapnya, maka patut diduga aparat keamananlah yang bermain.
"Setiap kekerasan, penculikan, teror selalu disebut pelakunya OTK. Masa OTK terus. Apa tidak ada polisi di daerah ini. Kami hanya ingin hidup aman," ketus dia.
Sementara itu, AKBP Dadik, perwira Polda Aceh yang menjumpai massa pengunjuk rasa mengatakan, kepolisian terus bekerja keras mengungkap kekerasan dan teror yang terjadi di daerah ini.
"Sekarang, sudah ada beberapa kasus kekerasan dan teror menjelang pemilu diungkap. Sejumlah tersangkanya juga sudah ditahan. Kepolisian terus berupaya mengungkap siapa yang terlibat di balik berbagai kekerasan dan teror tersebut," kata dia.
Usai mendengarkan penjelasan tersebut, massa mahasiswa membubarkan diri dengan tertib. Mereka bergerak menuju Kantor Gubernur Aceh, guna menggelar aksi serupa.
Editor : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.