Banda Aceh (ANTARA Aceh) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh mencatat kenaikan harga tiket pesawat terbang menyusul tingginya pengguna moda transportasi tersebut selama Mei 2017 menjadi salah satu penyumbang inflasi di provinsi setempat.
"Kenaikan harga tiket pesawat terbang dipangaruhi oleh tingginya pengguna jasa yang menggunakan jasa transportasi udara yang datang dan berangkat dari Banda Aceh," kata Kepala BPS Aceh, Wahyudin di Banda Aceh, Jumat.
Ia menjelaskan tingginya pengguna jasa transportasi udara pada Mei disebabkan di Aceh diselenggarakan kegiatan tingkat nasional Pekan Nasional Kontak Tani Nelayan Andalan yang diikuti sekitar 35.000 peserta dari berbagai penjuru Tanah Air.
"Ada juga para tamu yang datang menggunakan jalur darat menuju ke Banda Aceh," katanya.
Ia menyebutkan pada bulan Mei 2017, Kota Banda Aceh mengalami inflasi sebesar 0,86 persen, Meulaboh inflasi sebesar 0,06 persen dan Lhokseumawe inflasi sebesar 0,90 persen sehingga secara agregat Aceh mengalami inflasi sebesar 0,77 persen pada bulan tersebut.
"Angkutan udara menyumbang sebesar 0,17 persen terhadap inflasi disusul ayam ras dan tomat sayur serta cumi-cumi dan tongkol," katanya.
Ia mengatakan untuk inflasi kalender 2017 untuk Kota Banda Aceh sebesar 1,08 persen, Lhokseumawe 1,72 persen, Meulaboh 1,22 persen dan Provinsi Aceh 0,25 persen.
Sedangkan inflasi "year on year" (Mei 2017 terhadap Mei 2016) Kota Banda Aceh sebesar 4,24 persen, Lhokseumawe 3,98 persen, Meulaboh 3,98 persen dan Provinsi Aceh 4,13 persen.
Ada pun beberapa komoditas yang mengalami penurunan harag antara lain udang basah, bayam, cabai rawit, kacang panjang dan tarif pulsa ponsel.
Bila dilihat dari 23 kota di Sumatera, 19 kota mengalami inflasi dan empat kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjai di Tanjung Pandan dan Lhokseumawe masing-masing sebesar 0,90 persen dan terendah di Pematang Siantara sebesar 0,06 persen. Sementara deflasi tertinggi terjadi di Kota Pangkal Pinang sebesar 0,93 persen.
Pewarta: Muhammad IfdhalUploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026