Seniman besar Gayo Ibrahim Kadir meninggal dunia di RSUD Datu Beru Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, Selasa.

Pihak keluarga mengatakan Ibrahim Kadir menghembuskan nafas terkahir sekira pukul 11.00 WIB.

Almarhum disemayamkan di rumah duka di Kampung Kemili, Kecamatan Bebesen, Aceh Tengah.

Reje (Kepala) Kampung Kemili Jamaluddin mengatakan almarhum akan dikebumikan di pemakaman umum desa setempat.

"Dikebumikan ba'da Ashar," kata Jamaluddin.

Sosok Ibrahim Kadir oleh masyarakat Gayo dikenal sebagai seorang seniman multi talenta.

Namanya juga dikenal luas di dunia perfilman Tanah Air setelah ikut bermain di film Cut Nyak Dien karya sutradara kawakan Eros Djarot yang dibintangi aktris papan atas Christine Hakim.

Film tersebut sukses meraih sejumlah penghargaan, termasuk memenangkan Piala Citra di Festival Film Indonesia tahun 1988.

Ibrahim Kadir dipercaya memainkan salah satu peran penting di film itu, yakni sebagai Sang Penyair. 

Sang Penyair adalah orang yang mampu membangkitkan semangat perjuangan rakyat Aceh lewat syair dan hikayat-hikayat perjuangan.

Seniman ini berperan mengumandangkan pesan-pesan ketauhidan, berisi petuah adat dan budaya tentang kedudukan masyarakat Aceh di tanah leluhurnya sendiri dengan segala harkat dan martabat tinggi, untuk tidak tunduk terhadap penjajahan Belanda.

Pada tahun 1999, Ibrahim Kadir kembali menggebrak dunia perfilman Indonesia. Kali ini dia menunjukkan kemampuan acting-nya dalam film berjudul Puisi Tak Terkuburkan.

Film tersebut berkisah tentang kehidupan Ibrahim Kadir sebagai orang yang pernah dipenjara karena salah tangkap.

Kisah hidupnya itu menarik minat sutradara besar Garin Nugroho untuk memproduksi film berjudul Puisi Tak Terkuburkan.

Film ini akhirnya sukses mengantarkan Ibrahim Kadir meraih sejumlah penghargaan bergengsi hingga ke level internasional.

Dia memenangkan penghargaan Silver Screen Award for Best Asian Actor pada Festival Film Singapura tahun 2001. Di festival ini film Puisi Tak Terkuburkan meraih juara pertama menyisihkan 360 film lainnya se-Asia.

Tak hanya itu ia juga meraih penghargaan The Best Actor di Festival Film Cinefan India di tahun yang sama. Lagi-lagi film Puisi Tak Terkuburkan memenangkan festival sebagai film terbaik dan dinobatkan sebagai juara pertama. Di festival ini Puisi Tak Terkuburkan bersaing dengan 650 film lainnya dari berbagai negara.

Ibrahim Kadir adalah seorang yang memiliki totalitas tinggi di bidang seni. Dia juga bermain di film dokumenter berjudul Penyair Dari Negeri Linge yang disutradarai oleh Aryo Danusiri, pada tahun 2001.

Selain sebagai aktor dia juga dikenal sebagai penyair, pencipta lagu-lagu Gayo, koreografer seni tari, dan penulis buku panduan tari.

Tercatat, seniman ini menyimpan sebanyak 50 lembar piagam penghargaan yang pernah diterimanya selama berkiprah di dunia seni.


 

Pewarta: Kurnia Muhadi

Uploader : Salahuddin Wahid


COPYRIGHT © ANTARA News Aceh 2020