Penumpang ini tercatat sebagai warga Desa Padang Seurahet, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat.
Kapal tersebut sebelumnya bertolak dari Meulaboh, Aceh Barat pada Sabtu jelang malam menuju ke Sinabang, Pulau Simeulue, yang merupakan salah satu pulau terluar di Aceh.
“Penumpang yang pingsan ini teridikasi sakit darah tinggi (hipertensi) dan jantung,” kata Pelaksana Tugas Sekretaris Gugus COVID-19 Kabupaten Aceh Barat, Irsadi Aristora, Sabtu sore di Meulaboh.
Hingga Sabtu sore, penumpang kapal tersebut masih menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cut Nyak Dhien Meulaboh, untuk mendapatkan perawatan medis.
Berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan dari petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Meulaboh, kata Irsadi, penumpang kapal yang pingsan tersebut mengalami penyakit tidak menular.
Sehingga tidak perlu dilakukan pemeriksaan terhadap semua penumpang, dan pada Sabtu jelang dini hari kapal tersebut diperbolehkan berangkat kembali menuju tujuan semula ke Pulau Simeulue, Aceh, tuturnya.
Pewarta: Teuku Dedi IskandarUploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026