Meulaboh (ANTARA Aceh) - Tim operasi evakuasi korban meninggal dunia setelah jatuh terperosok masuk jurang di kawasan pegunungan Ligan, Kabupaten Aceh Jaya, Provinsi Aceh, masih dilanjutkan bersama masyarakat dan pihak keluarga.
Koordinator Basarnas Pos Meulaboh Rahmad Kenedy yang menghubungi wartawan di Meulaboh, Rabu mengatakan bahwa untuk perjalanan menuju tempat kejadian perkara (TKP) dengan estimasi selama empat hari perjalanan kaki.
"Operasi evakuasi belum kita tutup, tapi personel Basarnas Pos Meulaboh pada Selasa (19/1) sudah kita tarik karena keamanan sudah tidak terjamin. Awalnya kita dalam satu tim bergabung dari Kepolisian dan TNI bergerak sama-sama namun satu hari perjalanan ada yang mundur," katanya.
Kenedy menjelaskan, hari pertama Minggu (17/1) jumlah tim yang bergerak ke dalam kawasan hutan sebanyak 27 orang, kemudian ditambah kekuatan Basarnas dari Banda Aceh termasuk angota RAPI sebagai tim komunikasi menuju TKP sudah berlangsung lebih 24 jam.
Sampai pada satu titik peristirahatan, tim ada yang menarik mundur karena berbagai hal dan pertimbangan, sementara tim SAR sebagai petugas evakuasi tidak berani mengambil risiko tanpa ada protap yakni harus ada jaminan keamanan masuk ke hutan tersebut.
Meskipun demikian kata Kenedy, keluarga korban dan masyarakat masih terus melanjutkan perjalanan menuju TKP yang diperkirakan hanya membutuhkan waktu 1,5 hari. Perjalanan yang sudah ditempuh tim sebelumnya sudah memasuki kawasan perbatasan hutan kabupaten Aceh Besar-Aceh Jaya.
"Menurut keterangan rekan korban yang sudah dibawa pulang, dia saat kembali hanya dalam waktu 36 jam itu tidak ada istirahat, mungkin karena kondisinya yang panik, apalagi di lokasi kejadian tersebut banyak binatang buas," sebutnya.
Korban atas nama Waled alias Alwie (56) warga Seulimun, Aceh Besar mencari burung Murai dan buah rotan jernang di pegunungan Ligan, Kecamatan Sampoiniet, Aceh Jaya, korban jatuh ke dasar jurang dan meninggal diduga karena terbentur dengan bebatuan dari ketinggian sekitar 80 meter pada Jumat (15/1).
Menurut keterangan rekan korban Zikrullah (30) saat kejadian kedua warga ini sedang dalam perjalanan pulang, tiba-tiba Waled terpeleset dan jatuh ke jurang, setelah jatuh tubuh korban menimpa batu dan kayu sehingga baru tergeletak sampai ke dasar jurang yang dipenuhi dengan bebatuan.
Kemudian jasad korban hanya ditutupi dengan dedaunan sampai datang bantuan, jenazah korban ditingalkan di bawah gunung yang dekat dengan aliran sungai karena mereka hanya berdua berada di hutan belantara itu.
"Kalau menurut perkiraan kami, mungkin tubuh korban meningal ini sudah hilang atau dimakan binatang buas, tapikan walau bagaimanapun jasadnya tetap harus diambil oleh keluarga. Kami masih siap melakukan perjalanan apabila memang nanti dibutuhkan untuk kelanjutan evakuasi," katanya menambahkan.
Koordinator Basarnas Pos Meulaboh Rahmad Kenedy yang menghubungi wartawan di Meulaboh, Rabu mengatakan bahwa untuk perjalanan menuju tempat kejadian perkara (TKP) dengan estimasi selama empat hari perjalanan kaki.
"Operasi evakuasi belum kita tutup, tapi personel Basarnas Pos Meulaboh pada Selasa (19/1) sudah kita tarik karena keamanan sudah tidak terjamin. Awalnya kita dalam satu tim bergabung dari Kepolisian dan TNI bergerak sama-sama namun satu hari perjalanan ada yang mundur," katanya.
Kenedy menjelaskan, hari pertama Minggu (17/1) jumlah tim yang bergerak ke dalam kawasan hutan sebanyak 27 orang, kemudian ditambah kekuatan Basarnas dari Banda Aceh termasuk angota RAPI sebagai tim komunikasi menuju TKP sudah berlangsung lebih 24 jam.
Sampai pada satu titik peristirahatan, tim ada yang menarik mundur karena berbagai hal dan pertimbangan, sementara tim SAR sebagai petugas evakuasi tidak berani mengambil risiko tanpa ada protap yakni harus ada jaminan keamanan masuk ke hutan tersebut.
Meskipun demikian kata Kenedy, keluarga korban dan masyarakat masih terus melanjutkan perjalanan menuju TKP yang diperkirakan hanya membutuhkan waktu 1,5 hari. Perjalanan yang sudah ditempuh tim sebelumnya sudah memasuki kawasan perbatasan hutan kabupaten Aceh Besar-Aceh Jaya.
"Menurut keterangan rekan korban yang sudah dibawa pulang, dia saat kembali hanya dalam waktu 36 jam itu tidak ada istirahat, mungkin karena kondisinya yang panik, apalagi di lokasi kejadian tersebut banyak binatang buas," sebutnya.
Korban atas nama Waled alias Alwie (56) warga Seulimun, Aceh Besar mencari burung Murai dan buah rotan jernang di pegunungan Ligan, Kecamatan Sampoiniet, Aceh Jaya, korban jatuh ke dasar jurang dan meninggal diduga karena terbentur dengan bebatuan dari ketinggian sekitar 80 meter pada Jumat (15/1).
Menurut keterangan rekan korban Zikrullah (30) saat kejadian kedua warga ini sedang dalam perjalanan pulang, tiba-tiba Waled terpeleset dan jatuh ke jurang, setelah jatuh tubuh korban menimpa batu dan kayu sehingga baru tergeletak sampai ke dasar jurang yang dipenuhi dengan bebatuan.
Kemudian jasad korban hanya ditutupi dengan dedaunan sampai datang bantuan, jenazah korban ditingalkan di bawah gunung yang dekat dengan aliran sungai karena mereka hanya berdua berada di hutan belantara itu.
"Kalau menurut perkiraan kami, mungkin tubuh korban meningal ini sudah hilang atau dimakan binatang buas, tapikan walau bagaimanapun jasadnya tetap harus diambil oleh keluarga. Kami masih siap melakukan perjalanan apabila memang nanti dibutuhkan untuk kelanjutan evakuasi," katanya menambahkan.
Pewarta: Pewarta : AnwarUploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026