Banda Aceh (ANTARA) - Senja mulai turun di Asrama Haji Embarkasi Aceh, Banda Aceh, pada 18 Mei 2026. Di salah satu kamar Gedung Madinatul Hujjaj, seorang perempuan lanjut usia duduk di tepi kasur sederhana sambil merapikan mukena putih yang baru dikenakannya. Wajahnya tenang. Sorot matanya teduh.
Perempuan itu adalah Aisyah (75 tahun), calon jamaah haji asal Desa Air Tenang, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang.
Setelah berwudhu, Ia bersiap turun ke masjid untuk menunaikan shalat Maghrib berjamaah. Namun langkahnya tertahan ketika Kepala Kantor Kementerian Haji Kabupaten Aceh Tamiang, Abdul Aziz, datang bersama sejumlah awak media.
“Sebentar Andung, ini mau diwawancarai sebentar, mau tanya-tanya boleh ya,” ujar Abdul Aziz.
Baca juga: Bersiap kembali ke Tanah Air, Jamaah haji Aceh mulai tinggalkan Makkah menuju Madinah
Aisyah tersenyum dan kembali duduk. Di balik senyum itu tersimpan kisah tentang ujian hidup yang baru saja dilaluinya.
Enam bulan sebelumnya, banjir bandang menerjang Aceh Tamiang. Bencana yang membawa lumpur dan ribuan batang kayu itu meninggalkan kerusakan besar serta memaksa banyak warga memulai hidup dari awal. Aisyah termasuk salah satu penyintasnya.
Namun, di tengah musibah tersebut, ia tidak pernah berhenti berharap dapat memenuhi panggilan menuju Baitullah.
“Alhamdulillah, dapat panggilan Allah SWT tahun ini ke Tanah Suci. Rezeki itu Allah yang kasih,” katanya.
Rumahnya hingga kini masih rusak akibat banjir. Ia bahkan masih menempati bagian dapur yang dianggap paling layak untuk dihuni. Kondisi itu sempat membuatnya khawatir tidak mampu melunasi sisa biaya haji sekitar Rp17 juta karena tabungannya hilang terbawa arus.
“Sebelumnya pikir tidak jadi berangkat. Ya Allah SWT panggil aku ya Allah, masalah dana aku memang tidak ada, mudahkanlah,” ujarnya mengenang doa yang terus dipanjatkannya.
Pertolongan akhirnya datang dari keluarga. Anak dan cucunya membantu mengurus seluruh kebutuhan keberangkatan, termasuk melunasi sisa biaya haji.
“Cucu yang bantu. Cucu mengatakan 'Andung berangkat, dana ada' katanya, akhirnya diberikan oleh cucu lunaskan setoran haji,” katanya.
Kini, Aisyah telah berada di Tanah Suci untuk menunaikan rukun Islam kelima.
Halaman selanjutnya: Anugerah dari cobaan
Editor : Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026