Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai Provinsi Aceh Safuadi di Banda Aceh, Rabu, mengatakan realisasi tersebut mencapai 41,42 persen dari yang ditargetkan sebesar Rp10,1 miliar.
"Target penerimaan negara dari bea cukai di Aceh pada sebesar Rp10,1 miliar. Dari target tersebut, terealisasi untuk semester pertama 2022 sebesar Rp4,2 miliar atau 41,42 persen," kata Safuadi.
Safuadi mengatakan pengumpulan penerimaan negara tersebut bersumber dari bea masuk sebesar Rp3,1 miliar, bea keluar Rp900 juta, serta cukai Rp161 juta.
Menurut Safuadi, penerimaan bea keluar semester pertama 2022 cenderung menurunkan dibandingkan periode yang sama pada 2021. Penerimaan bea keluar semester pertama 2021 mencapai Rp37,7 miliar.
Safuadi mengatakan turunnya penerimaan bea keluar dipengaruhi kebijakan penghentian ekspor CPO atau minyak mentah sawit. Padahal, ekspor CPO merupakan andalan dari Provinsi Aceh.
Sedangkan bea masuk, kata Safuadi, tumbuh positif pada semester pertama 2022 dibandingkan periode yang sama pada 2021. Penerimaan bea masuk semester pertama 2021 hanya sebesar Rp290 juta. Sedangkan periode yang sama 2022 mencapai Rp3,1 miliar.
"Pengumpulan penerimaan negara dari bea cukai tidak sebanyak sektor lainnya seperti pajak. Sebab, bea cukai orientasinya pengawasan bukan fokus untuk mengumpulkan penerimaan negara," kata Safuadi.
Safuadi mengatakan Bea Cukai Aceh juga melakukan berapa upaya mendukung program pemulihan ekonomi nasional (PEN). Di antaranya memberi fasilitas kepada pengusaha di provinsi ujung barat Indonesia tersebut.
Hingga Juni 2022, kata Safuadi, fasilitas kepabeanan diberikan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai Provinsi Aceh di antaranya lima pusat logistik berikat dan dua kawasan berikat.
Kemudian, satu kawasan ekonomi khusus, satu kawasan pelabuhan bebas, delapan tempat penimbunan sementara , delapan kawasan pabean, 16 fasilitas pembebasan bea masuk.
Serta fasilitas pajak dalam rangka impor (PDRI) kegiatan huku minyak dan gas bumi dengan perkiraan nilai mencapai 47,7 juta dolar Amerika Serikat, kata Safuadi menyebutkan.
"Kami juga berupa mendukung dan menyukseskan program-program rencana jangka panjang untuk peningkatan perekonomian masyarakat Aceh," kata Safuadi.
Pewarta: Muhammad HSAEditor : M.Haris Setiady Agus
COPYRIGHT © ANTARA 2026