Bengkulu (ANTARA) - Pakar politik Universitas Bengkulu Dr. Sugeng Suharto menyebutkan potensi Ganjar Pranowo berpasangan dengan Prabowo Subianto sebagai calon presiden (Capres) di Pemilu 2024 masih terbuka lebar.
 
"Meski keduanya sekarang berstatus capres, namun masih sangat terbuka keduanya berpasangan, baik komposisi Prabowo-Ganjar maupun Ganjar-Prabowo," kata Dr Sugeng Suharto di Bengkulu, Minggu.
 
Peluang tersebut terbuka menurut dia bergantung dengan kesiapan PDI Perjuangan menghadapi popularitas Prabowo Subianto. Kalau, PDI Perjuangan menjadikan Prabowo sebagai saingan maka parpol pimpinan Megawati Soekarnoputri itu harus melawan dua poros besar dalam kontestasi pemilu presiden.

Baca juga: PDI Perjuangan tetapkan Ganjar Pranowo sebagai Capres 2024

Pertarungan tiga poros akan menjadi panjang, menjadi pemilu dua putaran, kekuatan parpol sangat menentukan dengan kontestasi dua putaran, apalagi fokus pemilu tidak hanya pada pemilu presiden saja tapi juga pemilu legislatif.
 
Kemungkinan Ganjar berpasangan dengan Anies Baswedan diprediksi sudah tidak memungkinkan karena basis, karakteristik dan rekam jejak selama ini, tidak memiliki kecocokan basis dukungan.
 
Anies Baswedan pun sudah mendapatkan perahunya yakni Partai Demokrat, NasDem dan PKS. Berbeda dengan Anies, Prabowo Subianto kata dia memiliki hubungan yang baik dengan PDIP, Presiden Joko Widodo, dan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.
 
"Kedekatan itu memungkinkan untuk kolaborasi mereka memastikan memenangkan pilpres. Tergantung negosiasi kedua parpol bisa Ganjar jadi wakil atau Prabowo jadi wakil. Tapi kalau PDIP tidak menggaet Prabowo berkoalisi, apakah PDIP sudah siap bersaing menantang popularitas Prabowo," tuturnya.
 
Namun, ketika kedua poros sama-sama menginginkan posisi capres maka bisa dipastikan Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto akan bersaing di pilpres.
 
Pemilu presiden pun diprediksi akan menjadi tiga poros besar dengan tiga kandidat calon presiden teratas elektabilitasnya, Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto dan Anies Baswedan.
 
"Tinggal persaingan memilih calon wakil presiden masing-masing, untuk memastikan keterpilihan dan meraup suara dalam memenangkan pilpres 2024," ujar Sugeng Suharto.


Baca juga: Survei PRC ungkap elektabilitas Prabowo Subianto


Pewarta: Boyke Ledy Watra
Editor : Febrianto Budi Anggoro

COPYRIGHT © ANTARA 2026