Meulaboh (ANTARA Aceh) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat, Provinsi Aceh mencatat, masih ada sejumlah kawasan lahan yang terbakar akibat kondisi cuaca terik dan tiupan angin terus memicu pesebaran titik api.

Kasi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat, Beni Hardi, di Meulaboh, Kamis, menuturkan, operasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bergambut masih terus dilakukan pihaknya bersama tim terpadu TNI-Polri.

"Upaya pemadaman kebakaran lahan bergambut hari ini (Kamis), masih dilakukan pada tiga kecamatan, namun kosentrasi kita di dua kecamatan yang masih sangat parah, yakni Kecamatan Johan Pahlawan dan Kaway XVI,"katanya.

Tiga kecamatan yang tercatat masih didera kebakaran hutan desa dan lahan bergambut tersebut yakni Kecamatan Johan Pahlawan, yang mencakupi beberapa desa, kemudian Kecamatan Kaway XVI dalam wilayah hutan desa Simpang dan Peunia.

Kemudian pemadaman juga masih dilakukan di wilayah Kecamatan Meureubo, meski sudah ada beberapa titik api yang semula sudah berhasil dipadamkan dan tanggani, namun kemudian kembali muncul karena dipicu cuaca terik dan tiupan angin.

Sejak dilanda karhutla pada Jum`at (20/10) yakni musim kedua bencana kebakaran lahan sepanjang 2017 di Aceh Barat, belum ada data terperinci menyangkut luasan, berbeda dengan bencana pada Juli 2017 lalu yang terdata luas cakupan mencapai 222,5 hektare.

"Sebagian kawasan sudah berhasil dipadamkan dan ditangani, namun konsentrasi kita terus melakukannya, dengan fokus kosentrasi pada area yang rawan ke pemukiman maupun rumah penduduk,"sebutnya.

Akibat masih ada kebakaran lahan bergambut, hampir sepanjang hari masih ditemukan asap tebal dari karhutla, terutama pada wilayah Kecamatan Samatiga, sebagian Kaway XVI, sementara kondisi cuaca hingga siang ini masih terik, cerah berawan.

Sementara itu Kepala Seksi Data dan Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Kelas I Blang Bintang, Zakaria, menuturkan, tidak ada penambahan titik api (hotspot) di wilayah Barat dan Selatan Aceh, pada Kamis, (26/10).

"Hari ini (Kamis) citra satelit mendeteksi dua hotspot, satu di Aceh Barat dan satu lagi di Kabupaten Aceh Selatan. Untuk wilayah lain ada satu yakni di Aceh Tengah,"sebutnya melalui sambungan teleponnya.

Data tersebut masih sama seperti hasil sensor modis Satelit Terra dan Aqua yang mendeteksi pesebaran hotspot pada Rabu, (25/10), sore, malahan menurut Zakaria, ada potensi terjadi guyuran hujan di wilayah barat selatan pada malam dan sore hari.

***4***




Pewarta: Anwar
Uploader : Salahuddin Wahid

COPYRIGHT © ANTARA 2026